Analisis Performa Pertumbuhan dan Ketahanan Fisiologis Ikan Nila SAKTI dan BIG NIN pada Sistem Bioflok
Date
2026Author
Fauzia, Safira Rahma
Alimuddin
Ekasari, Julie
Nasrullah, Hasan
Metadata
Show full item recordAbstract
Ikan nila merupakan salah satu komoditas budidaya penting yang dikembangkan secara intensif, termasuk melalui penerapan teknologi bioflok. Sistem bioflok mampu meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan air serta memperbaiki kualitas lingkungan budidaya melalui konversi limbah menjadi biomassa mikroba. Namun, tingginya padatan tersuspensi, respirasi mikroba yang berkelanjutan, dan dinamika senyawa nitrogen pada sistem bioflok dapat memberikan beban fisiologis bagi ikan, terutama pada fase awal pemeliharaan. Keberhasilan budidaya intensif tidak hanya bergantung pada potensi pertumbuhan, tetapi juga pada kemampuan ikan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan budidaya. Hingga saat ini, informasi mengenai adaptabilitas varietas introduksi seperti BIG NIN dibandingkan varietas lokal SAKTI pada sistem bioflok tanpa penggantian air masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi performa pertumbuhan dan adaptabilitas fisiologis ikan nila SAKTI dan BIG NIN selama 50 hari pemeliharaan pada sistem bioflok tanpa penggantian air. Penelitian menggunakan benih ikan nila SAKTI dan BIG NIN berbobot awal 13,0–13,6 g yang dipelihara dalam bak fiber berkapasitas 800 L dengan tiga ulangan pada masing-masing perlakuan. Media bioflok disiapkan menggunakan probiotik komersial, NH4Cl sebagai sumber nitrogen, dan tepung tapioka sebagai sumber karbon dengan rasio C:N 15. Ikan dipelihara pada padat tebar 50 ekor m?³ dan diberi pakan komersial secara at satiation tiga kali sehari. Parameter yang diamati meliputi performa pertumbuhan, kualitas air, serta ekspresi gen terkait pertumbuhan (GHR2, IGF1) dan stres (HSP70, SOD). Secara umum, parameter kualitas air harian dan mingguan tidak berbeda signifikan antara kedua varietas, kecuali pH, sementara suhu, pH, dan dissolved oxygen (DO) masih berada dalam kisaran optimum. Peningkatan volume flok selama pemeliharaan diikuti penurunan TAN serta peningkatan nitrit dan nitrat setelah hari ke-14. Tingkat kelangsungan hidup ikan nila SAKTI (79,2 ± 7,72%) dan BIG NIN (73,0 ± 15,53%) tidak berbeda signifikan, namun SAKTI menunjukkan variabilitas kelangsungan hidup yang lebih rendah. Ekspresi gen GHR2, IGF1, HSP70, dan SOD juga tidak berbeda signifikan antara kedua varietas. HSP70 dan SOD meningkat pada hari ke-3 dan ke-7, kemudian menurun hingga hari ke-50, sedangkan GHR2 dan IGF1 menurun pada hari ke-3 kemudian meningkat kembali mulai hari ke-7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan nila BIG NIN memiliki performa pertumbuhan dan mekanisme adaptasi molekuler yang sebanding dengan SAKTI pada sistem bioflok tanpa penggantian air. Meskipun demikian, SAKTI menunjukkan variabilitas kelangsungan hidup yang lebih rendah sehingga berpotensi memiliki risiko yang lebih kecil untuk dibudidayakan pada sistem tersebut.
Collections
- MF - Fisheries [3314]

