| dc.description.abstract | Generasi Z sebagai generasi yang tumbuh di era digital memiliki potensi
besar dalam mengadopsi berbagai layanan keuangan berbasis teknologi, termasuk
aplikasi investasi reksa dana berbasis mobile. Reksa dana merupakan salah satu
instrumen investasi yang relatif mudah diakses dan memiliki tingkat risiko yang
sesuai bagi investor pemula. Seiring dengan perkembangan teknologi finansial di
Indonesia, jumlah investor reksa dana terus menunjukkan peningkatan.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia, jumlah Single Investor
Identification (SID) reksa dana mencapai 15,35 juta dengan nilai aset kelolaan
Assets Under Management (AUM) sebesar Rp799,49 triliun pada tahun 2025.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat
dan perilaku Generasi Z dalam menggunakan aplikasi investasi reksa dana berbasis
mobile. Penelitian mengadopsi kerangka Unified Theory of Acceptance and Use of
Technology 2 dengan menguji pengaruh performance expectancy, effort expectancy,
social influence, facilitating conditions, hedonic motivation, price value, dan habit,
serta menambahkan variabel financial literacy dan memasukkan variabel usia, jenis
kelamin, dan pengalaman sebagai variabel moderasi.
Data penelitian diperoleh dari 203 responden Generasi Z yang berdomisili di
DKI Jakarta. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode purposive
sampling melalui penyebaran kuesioner secara daring. Analisis data dilakukan
menggunakan statistik deskriptif dan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa performance expectancy, effort expectancy, social
influence, facilitating conditions, hedonic motivation, price value, dan financial
literacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat menggunakan aplikasi
investasi reksa dana berbasis mobile. Selain itu, perilaku penggunaan dipengaruhi
secara signifikan oleh niat penggunaan, facilitating conditions, financial literacy.
Age terbukti memperkuat pengaruh antara performance expectancy terhadap
behavioral intention, experience terbukti memperkuat pengaruh antara habit
terhadap use behavior sedangkan gender tidak terbukti memoderasi pengaruh
antara social influence terhadap behavioral intention. Hasil penelitian ini
memberikan implikasi praktis bagi pengembang aplikasi investasi dalam
merancang layanan yang lebih mudah digunakan, menarik, dan sesuai dengan
kebutuhan pengguna. Bagi regulator dan pemangku kepentingan sektor keuangan,
temuan ini dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi peningkatan inklusi dan
literasi keuangan. Sementara itu, bagi investor, peningkatan literasi keuangan
menjadi faktor penting dalam mendukung pengambilan keputusan investasi yang
lebih rasional dan berkelanjutan. | |