Perbanyakan Nilam (Pogostemon cablin Benth.) secara In Vitro dengan Penambahan Bahan Organik Ekstrak Tomat dan Zat Pengatur Tumbuh NAA dan BAP
Abstract
Nilam (Pogostemon cablin Benth.) adalah salah satu komoditi yang dapat menghasilkan minyak atsiri dan menjadi salah satu bahan baku utama untuk pembuatan kosmetik, parfum, sampai obat-obatan, sehingga memiliki peluang besar sebagai komoditas ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media dengan penambahan bahan organik ekstrak tomat dan ZPT NAA dan BAP terhadap perbanyakan nilam secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan 1, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor pada Januari 2025 hingga Juli 2025 menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) satu faktor yang terdiri dari tujuh taraf media tanam. Tujuh taraf media yaitu M1 (MS0), M2 (MS+NAA), M3 (MS+BAP), M4 (MS+ekstrak tomat), M5 (MS+ekstrak tomat+NAA), M6 (MS+ekstrak tomat+BAP), dan M7 (MS+ekstrak tomat+NAA+BAP). Hasil penelitian menunjukkan media tanpa ekstrak tomat menghasilkan tingkat kontaminasi lebih rendah dan respon pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan media yang mengandung ekstrak tomat. Media MS tanpa ZPT masih mampu mendukung pertumbuhan dan perakaran nilam, sebaliknya, penambahan ekstrak tomat, baik secara tunggal maupun dikombinasikan dengan NAA dan BAP belum mampu meningkatkan keberhasilan perbanyakan nilam secara in vitro dan cenderung menghambat pertumbuhan. Patchouli (Pogostemon cablin Benth.) is one of the commodities that can produce essential oils and is one of the main raw materials for the manufacture of cosmetics, perfumes, and medicines, so it has great potential as an export commodity. This study aims to determine the effect of media with the addition of organic tomato extract and PGR NAA and BAP on patchouli propagation in vitro. This study was conducted at the Tissue Culture Laboratory 1, Department of Agronomy and Horticulture, IPB University from January 2025 to July 2025 using a one-factor randomized complete group design (RKLT) consisting of seven levels of planting media. The seven levels of media are M1 (MS), M2 (MS + NAA), M3 (MS + BAP), M4 (MS + tomato extract), M5 (MS + tomato extract + NAA), M6 (MS + tomato extract + BAP), and M7 (MS + tomato extract + NAA + BAP). The results showed that media without tomato extract produced lower contamination levels and better growth responses compared to media containing tomato extract. MS media without PGRs was still able to support the growth and rooting of patchouli, conversely, the addition of tomato extract, either alone or in combination with NAA and BAP, was not able to increase the success of patchouli propagation in vitro and tended to inhibit growth

