Analisis Biaya dan Manfaat Pengembangan Ekowisata Penunggul Mangrove Park Pasuruan
Abstract
Kawasan mangrove memiliki kontribusi besar bagi kehidupan manusia, dari segi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Salah satu bentuk implementasi perlindungan kawasan mangrove adalah melalui ekowisata. Pemerintah berkomitmen untuk mendukung pengembangan potensi Ekowisata Penunggul Mangrove Park (PMP) melalui Program Desa Wisata Bahari. Program tersebut fokus pada penyaluran bantuan fisik dan pengembangan usaha bagi masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manfaat privat dan sosial, biaya privat dan sosial, serta kelayakan proyek pengembangan Ekowisata PMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cost Benefit Analysis (CBA) untuk memproyeksikan kelayakan proyek. Manfaat privat diestimasi menggunakan market price method. Manfaat sosial diestimasi menggunakan replacement cost dan benefit transfer. Biaya privat diestimasi menggunakan market price method. Biaya sosial dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek pengembangan Ekowisata PMP tidak layak dijalankan secara finansial, namun layak dijalankan secara ekonomi. CBA finansial menghasilkan NPV sebesar -Rp643.098.058, BCR sebesar 0,491, dan IRR sebesar -11,28%, . CBA ekonomi menghasilkan NPV sebesar Rp2.086.502.640, nilai IRR sebesar 21,34 %, dan nilai BCR sebesar 2,652, dan nilai PP sebesar 4,144 tahun. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa keputusan pengembangan Ekowisata PMP memerlukan dukungan dan partisipasi antarpemangku kepentingan karena perolehan manfaat privat ekowisata belum mampu mendukung kelayakan finansial, meskipun kawasan mangrove menghasilkan manfaat jasa ekosistem yang tinggi.

