Pemetaan Bahaya Banjir dan Upaya Mitigasi di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
ALAISYAHMALIK, NAJWA REVALYA
Hidiya, Miesriany
Metadata
Show full item recordAbstract
Banjir merupakan bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor sehingga diperlukan pemetaan bahaya banjir sebagai dasar penyusunan upaya mitigasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis bahaya banjir dan menyusun rekomendasi mitigasi menggunakan metode Multi-Criteria Evaluation (MCE) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan teknik weighted overlay. Parameter yang digunakan meliputi curah hujan, penggunaan lahan, Topographic Wetness Index (TWI), kemiringan lereng, dan jenis tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas bahaya tinggi mendominasi Kelurahan Tanah Baru, Ciparigi, Tegalgundil, Cibuluh, Kedunghalang, dan Bantarjati, sedangkan kelas bahaya sedang mendominasi Kelurahan Cimahpar dan Ciluar. Luas bahaya tinggi mencapai 1.059 ha (58,4%), diikuti kelas sedang 721,2 ha (39,8%), dan kelas rendah 33,2 ha (1,8%). Validasi menggunakan 40 titik riwayat banjir menunjukkan 80% titik berada pada kelas bahaya tinggi dan 20% berada pada kelas bahaya sedang. Rekomendasi mitigasi meliputi mitigasi struktural, seperti peningkatan kapasitas drainase, dan nonstruktural, seperti penguatan kelembagaan untuk mengurangi bahaya banjir. Floods are a common hydrometeorological disaster in the North Bogor District, Bogor City, requiring flood hazard mapping to support mitigation planning. This study aims to analyze flood hazard levels and formulate mitigation recommendations using the Multi-Criteria Evaluation (MCE) method based on Geographic Information Systems (GIS) with the weighted overlay technique. The parameters used include rainfall, land cover/land use, the Topographic Wetness Index (TWI), slope gradient, and soil type. The results showed that the high flood hazard class dominated Tanah Baru, Ciparigi, Tegalgundil, Cibuluh, Kedunghalang, and Bantarjati, while the moderate hazard class dominated Cimahpar and Ciluar. The high hazard class covered 1,059 ha (58.4%), followed by the moderate class (721.2 ha; 39.8%) and the low class (33.2 ha; 1.8%). Validation using 40 historical flood points showed that 80% were located in the high hazard class and 20% in the moderate hazard class. Mitigation recommendations include structural measures, such as improving drainage capacity, and nonstructural measures, such as strengthening institutional capacity, to reduce flood hazards.

