Show simple item record

dc.contributor.advisorRussianzi, Wanda
dc.contributor.authorIkhsan, Muhammad
dc.date.accessioned2026-08-04T14:25:28Z
dc.date.available2026-08-04T14:25:28Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/177104
dc.description.abstractMUHAMMAD IKHSAN. Pengaruh Konsentrasi Cypermethrin Terhadap Serangan Oryctes rhinoceros di Tanaman Belum Menghasilkan. Dibimbing oleh WANDA RUSSIANZI. Oryctes rhinoceros merupakan hama utama pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) yang menyerang pucuk tanaman dan menyebabkan kerusakan permanen pada titik tumbuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi insektisida Cypermethrin terhadap intensitas serangan, mortalitas imago, dan skor kerusakan yang ditimbulkan oleh O. rhinoceros pada tanaman kelapa sawit TBM. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan lima taraf perlakuan, yaitu C0 (kontrol, 0 ml/l), C1 (15 ml/l), C2 (20 ml/l), C3 (25 ml/l), dan C4 (30 ml/l), masing-masing dengan enam ulangan. Pengamatan meliputi intensitas serangan pada 7 dan 14 hari setelah perlakuan (HSP). Data dianalisis menggunakan nonparametrik uji kruskal-wallis pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi Cypermethrin berpengaruh nyata dalam menekan intensitas serangan O. rhinoceros dibandingkan kontrol. Perlakuan C4 (30 ml/l) merupakan perlakuan terbaik yang mampu mempertahankan intensitas serangan di bawah ambang batas 5%.
dc.description.abstractOryctes rhinoceros is the primary pest of immature oil palm (TBM) that attacks the growing point and causes permanent damage to the meristematic tissue. This study aimed to determine the effect of various concentrations of Cypermethrin insecticide on attack intensity, adult mortality, and damage scores caused by O. rhinoceros in immature oil palm. A Randomized Complete Block Design (RCBD) was used with five treatment levels: C0 (control, 0 ml/l), C1 (15 ml/l), C2 (20 ml/l), C3 (25 ml/l), and C4 (30 ml/l), each with six replications. Observations included attack intensity at 7 and 14 days after treatment (DAT), adult mortality bioassay in jars at 30–240 minute intervals, and physical damage scoring. Data were analyzed using analysis nonparametrik kruskal-wallis at 5% significance level. Results showed that all Cypermethrin concentrations significantly suppressed O. rhinoceros attack intensity compared to the control. Treatment C4 (30 ml/l) was the most effective, maintaining attack intensity below the 5%.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Konsentrasi Cypermethrin terhadap Intensitas Serangan Oryctes rhinoceros di Tanaman Belum Menghasilkanid
dc.title.alternative
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordCypermethrinid
dc.subject.keywordInsecticideid
dc.subject.keywordAttack intensityid
dc.subject.keywordmortalityid
dc.subject.keywordOryctes rhinocerosid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record