Pengaruh Konsentrasi Cypermethrin terhadap Intensitas Serangan Oryctes rhinoceros di Tanaman Belum Menghasilkan
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Ikhsan, Muhammad
Russianzi, Wanda
Metadata
Show full item recordAbstract
MUHAMMAD IKHSAN. Pengaruh Konsentrasi Cypermethrin Terhadap Serangan Oryctes rhinoceros di Tanaman Belum Menghasilkan. Dibimbing oleh WANDA RUSSIANZI.
Oryctes rhinoceros merupakan hama utama pada tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) yang menyerang pucuk tanaman dan menyebabkan kerusakan permanen pada titik tumbuh. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi insektisida Cypermethrin terhadap intensitas serangan, mortalitas imago, dan skor kerusakan yang ditimbulkan oleh O. rhinoceros pada tanaman kelapa sawit TBM. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan lima taraf perlakuan, yaitu C0 (kontrol, 0 ml/l), C1 (15 ml/l), C2 (20 ml/l), C3 (25 ml/l), dan C4 (30 ml/l), masing-masing dengan enam ulangan. Pengamatan meliputi intensitas serangan pada 7 dan 14 hari setelah perlakuan (HSP). Data dianalisis menggunakan nonparametrik uji kruskal-wallis pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh konsentrasi Cypermethrin berpengaruh nyata dalam menekan intensitas serangan O. rhinoceros dibandingkan kontrol. Perlakuan C4 (30 ml/l) merupakan perlakuan terbaik yang mampu mempertahankan intensitas serangan di bawah ambang batas 5%. Oryctes rhinoceros is the primary pest of immature oil palm (TBM) that
attacks the growing point and causes permanent damage to the meristematic tissue.
This study aimed to determine the effect of various concentrations of Cypermethrin
insecticide on attack intensity, adult mortality, and damage scores caused by O.
rhinoceros in immature oil palm. A Randomized Complete Block Design (RCBD)
was used with five treatment levels: C0 (control, 0 ml/l), C1 (15 ml/l), C2 (20 ml/l),
C3 (25 ml/l), and C4 (30 ml/l), each with six replications. Observations included
attack intensity at 7 and 14 days after treatment (DAT), adult mortality bioassay in
jars at 30–240 minute intervals, and physical damage scoring. Data were analyzed
using analysis nonparametrik kruskal-wallis at 5% significance level. Results
showed that all Cypermethrin concentrations significantly suppressed O.
rhinoceros attack intensity compared to the control. Treatment C4 (30 ml/l) was the
most effective, maintaining attack intensity below the 5%.

