Strategi Pengelolaan Konservasi Penyu Berdasarkan Karakteristik Habitat Peneluran di Pulau Pahat, Anambas
Date
2026Author
Wahjoedi, Iqbal Raihansyah Kusuma
Kamal, Mohammad Mukhlis
Rabiyanti, Intan
Metadata
Show full item recordAbstract
Didorong oleh ancaman kepunahan global terhadap penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penelitian ini mengevaluasi kesesuaian habitat dan potensi konservasi Pulau Pahat di Kawasan Konservasi Kepulauan Anambas. Penelitian lapangan yang dilakukan pada bulan April 2026, dikombinasikan dengan data pemantauan tahun 2025, mengungkapkan bahwa kondisi biofisik Pulau Pahat termasuk kemiringan yang landai (12–16°), lebar pantai yang ideal (15–25 m), pH netral, serta suhu dan kelembapan sarang yang optimal sangat sesuai untuk perkembangan embrio. Penyu yang bertelur menunjukkan preferensi yang jelas terhadap substrat pasir halus di pantai timur (61,56%) dibandingkan dengan bagian barat yang berpasir-berbatu (38,44%). Secara keseluruhan, pemantauan tahun 2025 mencatat 366 peristiwa bertelur, yang menghasilkan 34.315 telur dan 23.306 anak penyu yang menetas hidup, dengan pemindahan telur oleh kelompok konservasi lokal (P4) yang secara signifikan mengurangi risiko predasi. Untuk memaksimalkan upaya konservasi di masa depan, studi ini merekomendasikan pemantauan sarang secara berkala menggunakan alat pengukur tanah, pelepasan segera anak penyu dengan gangguan cahaya dan suara seminimal mungkin, peraturan yang jelas untuk zona perlindungan inti, serta penelitian lebih lanjut.

