Potensi Ekstrak Daun Sembung dan Daun Katuk Sebagai Terapi Thalassemia ß Melalui Induksi HbF Pada Lini Sel K562
Date
2026Author
Sibuea, Andini Maulida
Artika, I Made
S., Ita Margaretha N.
Metadata
Show full item recordAbstract
Thalassemia ß adalah kelainan monogenik akibat mutasi gen HBB yang menyebabkan anemia berat dan membutuhkan transfusi darah seumur hidup. Induksi hemoglobin fetal (HbF) merupakan strategi terapi alternatif terjangkau dibandingkan transplantasi sumsum tulang atau penyuntingan gen. Penelitian ini mengevaluasi sitotoksisitas dan potensi induksi HbF ekstrak daun sembung (Blumea balsamifera, BB) dan katuk (Sauropus androgynus, SA) pada sel K562 dengan dosis 1, 5, 10 µg/mL selama lima hari, menggunakan hidroksiurea (kontrol positif), DMSO (kontrol baseline), dan sel tanpa perlakuan (kontrol negatif). Viabilitas dinilai dengan trypan blue, diferensiasi eritroid dengan benzidin, dan kadar HbF dengan ELISA. Viabilitas sel tinggi pada kedua ekstrak (BB 97.20%; SA 91.80%), sel positif benzidin tertinggi pada dosis 10 µg/mL (BB 54.82±6.47%; SA 56.62±10.42%), namun ANOVA dan Spearman tidak menunjukkan hubungan dosis-respons signifikan (SA: p=0.685; BB: p=0.329). Kadar HbF ELISA (1.08–7.25 pg/mL) di bawah limit deteksi kit pada semua kelompok, sehingga tidak dapat dievaluasi.
Collections
- UF - Biochemistry [1551]

