| dc.description.abstract | Indonesia memegang peranan penting dalam konservasi dan keberlanjutan hutan melalui program perhutanan sosial dan pengembangan kelompok tani hutan. Namun, hingga Agustus 2025, sekitar 90,12 persen dari 27.044 kelompok tani hutan di Indonesia masih diklasifikasikan sebagai kelompok pemula, yang mencerminkan rendahnya kapasitas kelembagaan dan pengembangan komunikasi partisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik individu, efektivitas pendamping, dukungan kelembagaan, dan tingkat kapasitas kelompok terhadap komunikasi partisipatif serta kontribusinya terhadap keberlanjutan. Penelitian ini juga berupaya mengidentifikasi strategi komunikasi yang mendukung keberlanjutan Kelompok Tani Hutan (KTH) Wanapaksi di Kalurahan Jatimulyo, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-methods) dengan desain sekuensial eksplanatori. Data kuantitatif dikumpulkan melalui sensus terhadap 58 responden KTH Wanapaksi dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS), serta diperdalam melalui wawancara mendalam dengan 9 informan kunci. Hasil analisis menyimpulkan bahwa komunikasi partisipatif berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan KTH Wanapaksi. Semakin intensif dialog terbuka, proses pembelajaran bersama, dan penyampaian aspirasi dalam kelompok, semakin berkelanjutan pula aspek ekonomi, ekologi, sosial, dan budaya KTH Wanapaksi. Strategi komunikasi berbasis pendidikan orang dewasa (andragogi) melalui penguatan liberating pedagogy, tingkat partisipasi (voice), dan kapasitas manajerial direkomendasikan untuk memperkuat tata kelola serta menjaga keberlanjutan KTH Wanapaksi. | |