Poliploidisasi dan Simulasi Dataran Rendah secara In Vitro pada Bawang Putih Varietas Lumbu Putih
Abstract
Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan salah satu tanaman
hortikultura di Indonesia dengan permintaan yang tinggi, tetapi produksinya rendah
sehingga perlu upaya untuk meningkatkannya. Penelitian terdiri dari dua tahap
percobaan yaitu 1) poliploidisasi dan 2) simulasi dataran rendah pada eksplan
putatif secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode terbaik
dalam poliploidisasi secara in vitro menggunakan senyawa kolkisin dan simulasi
dataran rendah (suhu tinggi dan kelembapan rendah) secara in vitro untuk
menghasilkan bawang putih poliploid dengan umbi besar dan adaptif dataran
rendah. Percobaan I menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal dengan
6 taraf perlakuan yaitu kontrol 24 jam, kontrol 48 jam, kontrol 72 jam, kolkisin 50
ppm 24 jam, kolkisin 50 ppm 48 jam dan kolkisin 50 ppm 72 jam, yang dikulturkan
pada suhu ruang inkubasi (22–23 °C). Percobaan II menggunakan rancangan acak
lengkap faktor tunggal dengan 4 taraf perlakuan yaitu kontrol 48 jam, kontrol 72
jam, kolkisin 50 ppm 48 jam dan kolkisin 50 ppm 72 jam pada lingkungan simulasi
dataran rendah (suhu 35 °C dan kelembapan 50%). Parameter yang diamati pada
percobaan I meliputi karakter vegetatif, ukuran umbi mikro, kromosom, dan
stomata, sedangkan pada percobaan II meliputi persentase hidup eksplan, karakter
vegetatif, ukuran umbi mikro, kromosom, dan stomata. Percobaan I menunjukkan
perlakuan kolkisin 48 jam dan 72 jam menghasilkan nilai yang tinggi pada seluruh
karakter teramati. Percobaan II menunjukkan perlakuan kolkisin 48 jam memiliki
presentase hidup, karakter vegetatif, umbi mikro, kromosom, dan stomata lebih
tinggi sehingga terbukti menghasilkan tanaman poliploid toleran suhu tinggi dan
kelembapan rendah dengan umbi yang lebih besar.

