Determinan dan Disparitas Antarwilayah Partisipasi Kerja Lansia di Indonesia: Pendekatan Survey-Weighted Binary Logit
Abstract
Peningkatan jumlah lansia mendorong terjadinya fenomena ageing population yang berimplikasi pada meningkatnya partisipasi lansia dalam kegiatan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kecenderungan partisipasi kerja lansia di Indonesia serta tujuh wilayah subnasional. Penelitian menggunakan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2024 dan dianalisis menggunakan metode survey-weighted binary logit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara nasional, upah reservasi, usia, jenis kelamin, status perkawinan, status rumah tangga, ukuran rumah tangga, klasifikasi tempat tinggal, disabilitas, pendidikan, pengalaman kerja, teknologi digital dan internet, dan indeks jaminan sosial berpengaruh signifikan terhadap probabilitas partisipasi kerja lansia. Namun, hasil estimasi wilayah menunjukkan adanya variasi yang mengindikasikan bahwa partisipasi kerja lansia tidak sepenuhnya seragam antarwilayah. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan yang lebih kontekstual guna meningkatkan kesejahteraan lansia dan mengurangi disparitas antarwilayah. The increasing number of elderly people is driving the phenomenon of an ageing population, which as implications for increased elderly participation in economic activities. This study aims to analyze the factors influencing the tendency of elderly labor participation in Indonesia and seven subnational regions. The study used data from the August 2024 National Labor Force Survey (Sakernas) and and analyzed using the survey-weighted binary logit method. The results show that nationally, reservation wages, age, gender, marital status, household status, household size, residential classification, disability, education, work experience, technology and the internet, and social security index significantly influence the probability of elderly labor participation. However, regional estimates show variations, indicating that elderly labor participation is not entirely uniform across regions. These findings emphasize the need for more contextual policies to improve the welfare of elderly people and reduce disparities across regions.

