PENGARUH FREKUENSI FERTIGASI DAN KONSENTRASI LARUTAN HARA TERHADAP KUALITAS BUAH MELON GOLDEN LANGKAWI
Date
2026Author
Pratama, Rafly
Susila, Anas Dinurrohman
Kartika, Juang Gema
Metadata
Show full item recordAbstract
Melon merupakan salah satu komoditas potensial karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi serta umur panen yang singkat. Pengembangan potensi komoditas ini dapat dilakukan melalui peningkatan efisiensi budidaya yang dilakukan yaitu pemupukan. Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi pengaruh frekuensi fertigasi dan konsentrasi larutan hara terhadap kualitas buah melon Golden Langkawi. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Kebun Percobaan Leuwikopo, IPB pada bulan April hingga Juli 2024. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan dua faktor yaitu frekuensi fertigasi dan konsentrasi hara. Perlakuan frekuensi fertigasi terdiri dari dua taraf yaitu fertigasi tiga kali sehari dan fertigasi enam kali sehari. Perlakuan konsentrasi hara terdiri dua taraf yaitu konsentrasi hara tetap 1800 ppm dan konsentrasi hara bertingkat mulai dari 800 ppm pada 1 – 2 MST, 1200 ppm pada 3 – 4 MST, 1500 ppm pada 5 – 6 MST, dan 1800 ppm pada 7 – 10 MST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi frekuensi fertigasi dan konsentrasi larutan hara berpengaruh sangat nyata pada diameter buah dan bobot buah melon Golden Langkawi. Frekuensi tiga kali sehari dengan konsentrasi hara tetap yaitu 1800 ppm dari awal tanam hingga panen dan frekuensi enam kali sehari dengan konsentrasi hara tetap yaitu 1800 ppm dari awal tanam hingga panen menghasilkan diameter dan bobot buah yang lebih besar dibandingkan konsentrasi hara bertingkat. Secara tunggal, perlakuan frekuensi fertigasi enam kali sehari memberikan pengaruh terbaik terhadap karakter bobot buah melon Golden Langkawi. Secara tunggal, perlakuan konsentrasi larutan hara tetap yaitu 1800 ppm dari awal tanam hingga panen memberikan pengaruh terbaik terhadap karakter panjang, diameter, dan bobot buah melon Golden Langkawi.

