Pemanfaatan Bee Hotel Sebagai Habitat Buatan Serangga di Kampus IPB Dramaga
Date
2026Author
Jamil, Muhammad 'Arasy
Raffiudin, Rika
Priawandiputra, Windra
Metadata
Show full item recordAbstract
Populasi lebah soliter mengalami penurunan secara global akibat alih fungsi
lahan, penggunaan pestisida, dan perubahan iklim, meskipun peran mereka sebagai
penyerbuk penting bagi ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis efektivitas penggunaan bee hotel sebagai habitat bersarang buatan
dalam mendukung keanekaragaman dan aktivitas lebah soliter di lingkungan
Kampus IPB University. Penelitian dilakukan dari Januari 2024 hingga Januari
2025 dengan menempatkan 10 unit bee hotel di lokasi hutan (Cikabayan) dan urban
(perumahan dosen) IPB dengan menggunakan variasi diameter bambu 1–4 cm.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bee hotel berhasil dihuni oleh berbagai
kelompok serangga, termasuk famili Megachilidae, Crabronidae, dan Formicidae,
dengan tingkat aktivitas lebih tinggi di area hutan dibandingkan urban karena
ketersediaan tanaman pakan dan mikroklimat yang lebih stabil. Lebah soliter
Megachilidae menunjukkan preferensi spesifik pada lubang berdiameter 2 cm,
dengan resin sebagai material penyegel sarang yang paling dominan digunakan.
Secara keseluruhan, bee hotel terbukti efektif sebagai sarana konservasi habitat
buatan, namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh ketepatan dimensi sarang,
orientasi pintu masuk, serta tantangan lingkungan berupa cuaca dan gangguan
antropogenik Solitary bee populations are declining globally due to land-use changes,
pesticide application, and climate change, despite their crucial role as pollinators
for food security. This study aims to analyze the effectiveness of using bee hotels
as artificial nesting habitats to support the diversity and activity of solitary bees
within the IPB University campus environment. The research was conducted from
January 2024 to January 2025 by deploying 10 bee hotel units across forest
(Cikabayan) and urban (faculty housing) locations at IPB, utilizing bamboo with
varying diameters ranging from 1 to 4 cm. The results demonstrated that the bee
hotels were successfully colonized by various insect groups, including the families
Megachilidae, Crabronidae, and Formicidae, with higher activity levels observed in
the forest area compared to the urban area due to the availability of foraging plants
and a more stable microclimate. Solitary bees exhibited specific preferences for
hole diameters of 2 cm and 3 cm, with resin being the most dominant nest-sealing
material used. Overall, bee hotels proved effective as a means of artificial habitat
conservation; however, their success is highly influenced by the precision of nest
dimensions, entrance orientation, as well as environmental challenges such as
weather and anthropogenic disturbances.
Collections
- UF - Biology [2453]

