Show simple item record

dc.contributor.advisorSunarti, Euis
dc.contributor.advisorMuflikhati, Istiqlaliyah
dc.contributor.authorKaraudja, Liwirnayanti
dc.date.accessioned2026-08-03T07:57:12Z
dc.date.available2026-08-03T07:57:12Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176887
dc.description.abstractKehidupan nelayan Suku Bajo yang bermukim di wilayah pesisir dan bergantung pada hasil laut membuat mereka rentan terhadap ketidakpastian pendapatan. Ketidakpastian hasil tangkapan menyebabkan pendapatan keluarga tidak stabil dan memunculkan tekanan ekonomi, yang pada akhirnya dapat menghambat pemenuhan kebutuhan dan menurunkan kesejahteraan keluarga. Kondisi ini menunjukkan pentingnya peran berbagai pihak dalam membangun lingkungan yang ramah keluarga, dukungan sosial dari keluarga, tetangga, maupun pemerintah sangat dibutuhkan untuk membantu memperkuat keluarga mencapai kesejahteraan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menganalisis karakteristik keluarga, tekanan ekonomi, lingkungan ramah keluarga, dukungan sosial dan kesejahteraan subjektif keluarga nelayan Suku Bajo, 2) menganalisis hubungan karakteristik keluarga, tekanan ekonomi, lingkungan ramah keluarga, dukungan sosial, dengan kesejahteraan subjektif keluarga nelayan suku bajo, 3) menganalisis pengaruh tekanan ekonomi, lingkungan ramah keluarga, dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif keluarga nelayan Suku Bajo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Jayabakti Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari – Maret 2025. Populasi penelitian adalah keluarga nelayan. Contoh dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria keluarga nelayan dan petani yang memiliki anak usia sekolah. Penelitian melibatkan 100 responden. Data diolah menggunakan uji deskriptif, dan uji pengaruh menggunakan (SEM). Rata-rata usia nelayan berada pada kategori dewasa madya, dengan rata-rata usia suami 43,70 tahun dan rata-rata usia istri 40,89 tahun. Tingkat pendidikan suami dan istri pada keluarga nelayan umumnya tamat Sekolah Dasar. Dari sisi pekerjaan bahwa sebagian besar (95%) istri tidak bekerja (IRT), sementara lima persen lainnya bekerja (pedagan dan honorer). Sebagian besar keluarga nelayan (64%) memiliki 3–4 anak. Berdasarkan besar keluarga, mayoritas keluarga nelayan (73 persen) termasuk dalam kategori keluarga sedang dengan jumlah anggota keluarga 5–7 orang. Rata-rata pendapatan per kapita keluarga nelayan sebesar Rp470.621. Berdasarkan klasifikasi pendapatan per kapita, mayoritas keluarga nelayan 67 persen tergolong miskin, sedangkan 33 persen lainnya termasuk dalam kategori tidak miskin. Hasil uji korelasi menemukan bahwa besar keluarga berhubungan negatif signifikan dengan tekanan ekonomi dan besar keluarga berhubungan positif signifikan dengan kesejahteraan subjektif. Pendapatan keluarga berhubungan negatif signifikan dengan tekanan ekonomi subjektif dan dukungan sosial, sementara itu pendapatan keluarga berhubungan positif signifikan dengan lingkungan ramah keluarga dan kesejahteraan subjektif. Pendapatan per kapita berhubungan negatif signifikan dengan dukungan sosial. Tekanan ekonomi objektif berhubungan positif signifikan dengan tekanan ekonomi subjektif dan dukungan sosial. Tekanan ekonomi objektif berhubungan negatif signifikan dengan lingkungan ramah keluarga dan kesejahteraan subjektif. Tekanan ekonomi subjektif berhubungan negatif signifikan dengan lingkungan ramah keluarga dan kesejahteraan subjektif. Tekanan ekonomi subjektif berhubungan positif signifikan dengan dukungan sosial. Lingkungan ramah keluarga berhubungan negatif signifikan dengan sosial, lingkungan ramah keluarga berhubungan positif signifikan dengan kesejahteraan subjektif. Hasil uji SEM menunjukkan tekanan ekonomi berpengaruh negatif signifikan secara langsung terhadap kesejahteraan subjektif. Semakin rendah tekanan ekonomi yang dirasakan oleh keluarga maka kesejahteraan subjektif akan semakin meningkat. Lingkungan ramah keluarga berpengaruh positif signifikan secara langsung terhadap kesejahteraan subjektif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi lingkungan ramah keluarga maka kesejahteraan subjektif keluarga pun akan semakin membaik. Dukungan sosial berpengaruh positif signifikan secara langsung terhadap kesejahteraan subjektif. Hal ini menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat dukungan sosial yang diterima oleh keluarga makan semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan subjektif yang dirasakan oleh keluarga. Implikasi dari penelitian bahwa perluh adanya peningkatan kesejahteraan subjektif keluarga nelayan Suku Bajo melalui penguatan lingkungan ramah keluarga sebagai faktor yang paling berpengaruh terhadap kesejahteraan keluarga. Selain itu, diperlukan upaya untuk mengurangi tekanan ekonomi keluarga melalui pemberdayaan ekonomi dan pengelolaan keuangan rumah tangga. Penguatan dukungan sosial juga penting dilakukan melalui peningkatan peran keluarga, kelompok nelayan, komunitas masyarakat dan pemerintah karena dukungan sosial tetap berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan subjektif keluarga nelayan meskipun tingkat dukungan yang diterima masih rendah.
dc.description.sponsorship-
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh tekanan ekonomi, lingkungan ramah keluarga, dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif keluarga nelayan Suku Bajoid
dc.title.alternativeThe influence of economic pressure, family-friendly environment, and social support on the subjective well-being of bajo ethnic group fishing families
dc.typeTesis
dc.subject.keyworddukungan sosialid
dc.subject.keywordkesejahteraan subjektif keluargaid
dc.subject.keywordLingkungan Ramah Keluargaid
dc.subject.keywordTekanan Ekonomiid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record