IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Fisheries
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Fisheries
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kinerja Pertumbuhan dan Respons Fisiologis Benih Ikan Baung Hemibagrus nemurus pada Spektrum LED Berbeda

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (461.7Kb)
      Fulltext (712.7Kb)
      Lampiran (357.9Kb)
      Date
      2026
      Author
      Utami, Yolanda Sri
      Nirmala, Kukuh
      Supriyono, Eddy
      Sudrajat, Agus Oman
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Ikan baung (Hemibagrus nemurus) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar bernilai ekonomi tinggi yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Hingga saat ini, produksi ikan baung masih didominasi oleh hasil tangkapan dari perairan umum, sehingga pengembangan budidaya menjadi penting untuk mendukung kontinuitas produksi. Salah satu tantangan utama dalam budidaya ikan baung adalah pertumbuhan benih yang lambat, dengan laju bobot spesifik (LBS) berkisar 2,5–2,9 %/hari. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan performa pertumbuhan adalah melalui optimalisasi lingkungan pemeliharaan berupa manipulasi spektrum cahaya. Ikan memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap spektrum cahaya, dengan rentang serapan cahaya oleh penglihatan ikan berkisar 277–737 nm. Teknologi light emitting diode (LED) menawarkan kemampuan menghasilkan spektrum pita sempit (narrow spectrum) secara spesifik dan efisien sehingga efeknya dapat dikaji secara lebih akurat dibanding lampu konvensional. Namun demikian, efektivitas spektrum cahaya bersifat spesifik untuk setiap spesies dan data mengenai pengaruh spektrum LED terhadap ikan baung masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai spektrum cahaya LED terhadap kinerja pertumbuhan dan respons fisiologis benih ikan baung. Penelitian dilakukan selama 30 hari menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima perlakuan spektrum cahaya LED, yaitu putih (LP, ? 558 nm), merah (LM, ? 624 nm), kuning (LK, ? 599 nm), hijau (LH, ? 526 nm), dan biru (LB, ? 451 nm), dengan tiga ulangan pada setiap perlakuan. Benih ikan baung dengan bobot rata-rata awal 2,25±0,22 g dan panjang 6,02±0,25 cm dipelihara dalam akuarium berukuran 50 x 40 x 40 cm pada salinitas 3 ppt dengan intensitas pencahayaan 550 lux dan fotoperiode 12 jam terang dan 12 jam gelap. Pakan diberikan secara at satiation dengan pelet komersial berprotein 48% sebanyak tiga kali sehari. Parameter yang diamati meliputi kinerja pertumbuhan (bobot akhir, pertumbuhan bobot dan panjang, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, faktor kondisi, dan tingkat kelangsungan hidup), profil hematologi darah (glukosa, hemoglobin, hematokrit, eritrosit, dan leukosit), aktivitas antioksidan meliputi superoxide dismutase (SOD) dan malondialdehyde (MDA), serta keragaan warna tubuh dengan hue, saturation, brightness (model HSB). Hasil analisis keragaan warna menunjukkan bahwa spektrum cahaya LED berpengaruh signifikan terhadap pigmentasi benih ikan baung. Perlakuan cahaya merah menghasilkan nilai hue tertinggi yang berbeda nyata dengan cahaya kuning, hijau, dan biru (P<0,05), sedangkan cahaya kuning menghasilkan nilai saturation dan brightness tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Spektrum cahaya LED berpengaruh signifikan terhadap kadar glukosa dan hemoglobin darah (P<0,05). Pada akhir pemeliharaan, kadar glukosa tertinggi tercatat pada perlakuan cahaya merah (73,33 mg/dL), sementara cahaya biru secara konsisten menghasilkan kadar glukosa terendah (60,33 mg/dL) yang mengindikasikan kondisi metabolik lebih stabil. Kadar hemoglobin tertinggi pada akhir pemeliharaan dicapai oleh perlakuan cahaya biru dan kuning, masing-masing sebesar 8,23 dan 8,20 g/dL, yang mencerminkan kapasitas transportasi oksigen lebih optimal untuk mendukung aktivitas metabolik. Sebaliknya, perlakuan cahaya merah secara konsisten menghasilkan kadar hemoglobin terendah (6,52 g/dL). Parameter hematokrit, jumlah eritrosit, dan jumlah leukosit tidak berbeda signifikan antar perlakuan (P>0,05). Hasil analisis aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa perlakuan cahaya kuning menghasilkan respons antioksidan tertinggi. Pada hari ke-15, aktivitas SOD tertinggi tercatat pada perlakuan cahaya kuning sebesar 68,08% yang berbeda nyata dengan perlakuan lainnya (P<0,05) dan nilai ini tetap menjadi yang tertinggi pada hari ke-30 sebesar 66,67% meskipun secara statistik tidak berbeda signifikan antar perlakuan. Perlakuan cahaya kuning juga menghasilkan kadar MDA terendah sepanjang masa pemeliharaan, yakni 1,78 nmol/L pada hari ke-15 dan 1,73 nmol/L pada hari ke-30, yang mengindikasikan perlindungan terhadap peroksidasi lipid paling tinggi. Sebaliknya, cahaya merah, putih, dan biru menghasilkan kadar MDA yang lebih tinggi. Spektrum LED berpengaruh signifikan terhadap bobot akhir, panjang akhir, pertumbuhan bobot, dan rasio konversi pakan (P<0,05). Pertumbuhan terbaik dicapai oleh benih ikan baung pada perlakuan spektrum cahaya biru dengan bobot akhir rata-rata sebesar 10,17 g dan pertumbuhan bobot tertinggi sebesar 8,01 g yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan perlakuan cahaya merah dan hijau. Perlakuan cahaya merah menghasilkan kinerja pertumbuhan terendah di antara semua perlakuan. Dari sisi efisiensi pakan, perlakuan cahaya putih menunjukkan rasio konversi pakan paling efisien sebesar 0,80 meskipun tidak berbeda nyata dengan perlakuan kuning dan biru, sedangkan perlakuan cahaya merah memiliki nilai rasio konversi pakan tertinggi sebesar 1,00 yang berbeda signifikan. Tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan spesifik, dan faktor kondisi tidak berbeda nyata antar perlakuan (P>0,05), dengan tingkat kelangsungan hidup yang tergolong tinggi di atas 90% pada semua perlakuan. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa spektrum LED biru meningkatkan performa pertumbuhan dan menurunkan stres fisiologis pada benih ikan baung ditandai dengan pencapaian pertumbuhan bobot dan panjang tertinggi, nilai rasio konversi pakan yang efisien, stres glukosa terendah, dan kadar hemoglobin yang lebih tinggi dibandingkan spektrum lainnya. Spektrum cahaya biru direkomendasikan sebagai pilihan pencahayaan optimal untuk meningkatkan produktivitas benih ikan baung.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176682
      Collections
      • MF - Fisheries [3314]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository