Show simple item record

dc.contributor.advisorPurwangka, Fis
dc.contributor.advisorIskandar, Budhi Hascaryo
dc.contributor.authorFani
dc.date.accessioned2026-07-30T13:26:03Z
dc.date.available2026-07-30T13:26:03Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176581
dc.description.abstractTeripang merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi yang memiliki potensi besar di Indonesia. Tingginya permintaan pasar internasional terhadap teripang didorong oleh pemanfaatannya dalam sektor pangan, kesehatan, dan kosmetik. Sumatera Utara menjadi salah satu wilayah penghasil teripang yang berkontribusi dalam perdagangan ekspor Indonesia, khususnya melalui aktivitas penangkapan yang dilakukan oleh nelayan di Kabupaten Tapanuli Tengah. Meskipun memiliki potensi ekonomi yang besar, usaha perikanan teripang menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi keberlanjutan bisnis. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa usaha perikanan teripang memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga memerlukan penerapan manajemen risiko yang tepat untuk menjaga keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai tingkat risiko yang dihadapi, serta merumuskan strategi mitigasi risiko pada unit usaha XYZ di Kabupaten Tapanuli Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode campuran (mixed methods) yang mengintegrasikan data kualitatif dan kuantitatif. Analisis risiko dilakukan berdasarkan standar ISO 31000:2018. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada pihak yang terlibat dalam proses bisnis usaha perikanan teripang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada proses bisnis perikanan teripang unit usaha XYZ teridentifikasi sebanyak 588 risiko yang terbagi ke dalam enam jenis utama, yaitu risiko finansial, operasional, sumber daya manusia, pasar, regulasi, dan teknologi. Risiko finansial menjadi jenis risiko yang paling dominan, diikuti oleh risiko operasional dan risiko sumber daya manusia. Berdasarkan tingkat risikonya, sebagian besar risiko berada pada kategori rendah dan sedang, namun ditemukan pula sejumlah risiko dengan kategori sangat tinggi yang berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap keberlanjutan usaha. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun usaha masih dapat berjalan secara operasional, terdapat berbagai risiko kritis yang memerlukan perhatian dan pengendalian secara serius. Penelitian ini juga menghasilkan model manajemen risiko yang mengintegrasikan seluruh strategi mitigasi ke dalam sembilan pilar utama, yaitu tata kelola dan kebijakan usaha, manajemen operasional, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengelolaan sumber daya manusia, pengendalian mutu produk, keberlanjutan sumber daya dan lingkungan, manajemen keuangan, manajemen pemasaran, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman praktis bagi pelaku usaha dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko, sekaligus menjadi rujukan bagi pemangku kepentingan dalam menyusun program pembinaan, penguatan kapasitas, dan pengelolaan perikanan teripang yang berkelanjutan.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleMANAJEMEN RISIKO PADA PROSES BISNIS PERIKANAN TERIPANG DI KABUPATEN TAPANULI TENGAH (STUDI KASUS UNIT USAHA XYZ)id
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordteripangid
dc.subject.keywordTapanuli Tengahid
dc.subject.keywordmanajemen risiko bisnisid
dc.subject.keywordISO 31000id
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record