Efisiensi Polinasi Stroberi melalui Introduksi Lebah terhadap Kualitas dan Pendapatan (Studi Kasus di PT XYZ)
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
GUNAWAN, YOGI
Sebayang, Veralianta Br.
Metadata
Show full item recordAbstract
Penyerbukan manual stroberi di dalam greenhouse sering kali kurang merata
sehingga memicu risiko buah cacat dan menurunkan pendapatan. Penelitian ini
bertujuan menganalisis efisiensi introduksi lebah madu (Apis cerana) terhadap
kualitas buah dan pendapatan di PT XYZ. Metode yang digunakan adalah studi
perbandingan lapangan komparatif antara sistem polinasi lebah dan manual, diikuti
dengan uji Mann-Whitney U-Test serta analisis anggaran parsial. Hasil penelitian
menunjukkan perbedaan signifikan pada kualitas buah layak jual (marketable yield)
dengan nilai p=0,038. Sistem polinasi lebah menghasilkan marketable yield sebesar
84,90%, mengungguli metode manual yang hanya mencapai 76,85%. Secara
finansial, intervensi lebah meningkatkan penerimaan sebesar Rp25.380.000 dengan
keuntungan tambahan bersih Rp24.856.000, serta menaikkan R/C rasio dari 2,25
menjadi 2,63. Implikasi penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan lebah
sebagai polinator hayati merupakan strategi efektif untuk meningkatkan efisiensi
ekonomi melalui optimalisasi mutu fisik komoditas hortikultura premium. Manual strawberry pollination in greenhouses is often uneven, triggering fruit
deformation and reducing revenue. This study aims to analyze the efficiency of
introducing honeybees (Apis cerana) on fruit quality and income at PT XYZ. The
method employed was a field comparative study between bee and manual
pollination systems, followed by the Mann-Whitney U-Test and partial budgeting
analysis. The results showed a significant difference in marketable fruit quality with
a p-value of 0,038. The bee pollination system achieved a 84,90% marketable yield,
outperforming the manual method at 76,85%. Financially, bee intervention
increased revenue by IDR 25.380.000 with an additional net profit of IDR
24.856.000, and elevated the R/C ratio from 2,25 to 2,63. The implication of this
study proves that utilizing bees as biological pollinators is an effective strategy to
improve economic efficiency through quality optimization of premium horticultural
commodities.

