| dc.contributor.advisor | Saptomo, Satyanto Krido | |
| dc.contributor.author | Hakim, Hilmi Amanullahul | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-29T17:26:36Z | |
| dc.date.available | 2026-07-29T17:26:36Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176411 | |
| dc.description.abstract | Perkembangan kawasan permukiman meningkatkan limpasan permukaan yang berpotensi menurunkan kinerja sistem drainase. Perumahan Bumi Pasir Rahayu, Kota Sukabumi merupakan salah satu kawasan yang mengalami kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja sistem drainase menggunakan EPA SWMM 5.2 serta menyusun alternatif penanganan melalui penerapan sumur resapan dan re-design saluran. Analisis hidrologi menggunakan data curah hujan CHIRPS periode 2016–2025 menghasilkan intensitas hujan rencana periode ulang 2 tahun sebesar 89,998 mm/jam. Hasil simulasi menunjukkan jaringan drainase yang terdiri atas 13 subcatchment, 26 junction, dan 39 conduit mengalami luapan pada saluran C26, C30, C34, dan C39. Penerapan sumur resapan menurunkan total limpasan pada Subcatchment S6 dari 126,16 mm menjadi 115,63 mm, S12 dari 126,22 mm menjadi 119,75 mm, dan S13 dari 126,01 mm menjadi 120,05 mm. Selanjutnya dilakukan re-design dimensi saluran pada lokasi yang mengalami luapan untuk meningkatkan kapasitas pengaliran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan rekomendasi perbaikan di Kawasan permukiman. | |
| dc.description.abstract | The development of residential areas increases surface runoff, which may reduce drainage system performance. Bumi Pasir Rahayu Housing Estate in Sukabumi City is one of the residential areas experiencing this condition. This study evaluated the drainage system using EPA SWMM 5.2 and proposed improvement alternatives through infiltration wells and channel redesign. Hydrological analysis of CHIRPS rainfall data (2016–2025) produced a 2-year return period rainfall intensity of 89.998 mm/day. The simulation showed that the drainage network, consisting of 13 subcatchments, 26 junctions, and 39 conduits, experienced overflow in C26, C30, C34, and C39. The implementation of infiltration wells reduced total runoff in Subcatchment S6 from 126.16 mm to 115.63 mm, S12 from 126.22 mm to 119.75 mm, and S13 from 126.01 mm to 120.05 mm. The channel dimensions at overflow locations were then redesigned to improve flow conveyance capacity. The findings are expected to support the recommendation improvements in residential areas. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Evaluasi Saluran Drainase di Perumahan Bumi Pasir Rahayu Kota Sukabumi dengan Pemodelan EPA SWMM 5.2 | id |
| dc.title.alternative | Evaluation of Drainage Channels in Bumi Pasir Rahayu Housing Complex, Sukabumi City, Using EPA SWMM 5.2 Modeling | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | drainase | id |
| dc.subject.keyword | EPA SWMM 5.2 | id |
| dc.subject.keyword | re-design saluran | id |
| dc.subject.keyword | subcatchment runoff | id |
| dc.subject.keyword | sumur resapan | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |