| dc.contributor.advisor | Chadirin, Yudi | |
| dc.contributor.advisor | Kurniawan, Allen | |
| dc.contributor.author | Zahry, Ananda Raihan | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-29T16:55:02Z | |
| dc.date.available | 2026-07-29T16:55:02Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176390 | |
| dc.description.abstract | Air limpasan green roof berpotensi dimanfaatkan kembali, namun kualitasnya
masih memerlukan pengolahan, terutama untuk meningkatkan kadar oksigen
terlarut. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas filtrasi menggunakan pasir
silika, karbon aktif, dan kerikil sebagai pre-treatment, mengevaluasi peningkatan
DO selama aerasi menggunakan teknologi ultrafine bubble (UFB), serta
mengembangkan model dinamika DO berdasarkan parameter koefisien transfer
oksigen volumetrik (kLa) dan konstanta deoksigenasi (kd). Penelitian dilakukan
pada media tanpa vegetasi dan vegetasi krokot mawar dengan perlakuan filtrasi dan
non-filtrasi pada durasi aerasi 30 dan 45 menit. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa filtrasi menurunkan nilai Total Dissolved Solids (TDS) sebesar 16,4–17,4%
dan meningkatkan DO maksimum hingga 13,0 mg/L. Model yang dikembangkan
memiliki akurasi yang baik dengan nilai R² sebesar 0,794–0,998 dan RMSE sebesar
0,089–0,730 mg/L. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa parameter C* paling
memengaruhi hasil prediksi model. Berdasarkan hasil pemodelan, kombinasi
filtrasi, vegetasi krokot mawar, dan aerasi selama 30 menit merupakan kondisi
operasi yang paling efektif untuk meningkatkan kualitas air limpasan green roof. | |
| dc.description.abstract | Green roof runoff has the potential to be reused as an alternative water source;
however, its quality still requires treatment, particularly to improve dissolved
oxygen (DO) concentration. This study aimed to evaluate the effectiveness of silica
sand, activated carbon, and gravel filtration as a pre-treatment process, assess DO
enhancement using ultrafine bubble (UFB) aeration, and develop a dynamic oxygen
model based on the volumetric oxygen transfer coefficient (kLa) and deoxygenation
coefficient (kd). Experiments were conducted using unvegetated and Portulaca
grandiflora media under filtered and non-filtered conditions with aeration
durations of 30 and 45 minutes. Filtration reduced Total Dissolved Solids (TDS) by
16.4–17.4% and increased the maximum DO concentration to 13.0 mg/L. The
developed model showed good predictive performance with R² values of 0.794–
0.998 and RMSE values of 0.089–0.730 mg/L. Sensitivity analysis identified C* as
the most influential model parameter. The optimal operating condition was
filtration combined with Portulaca grandiflora vegetation and 30-minute aeration. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | OPTIMASI EFISIENSI TRANSFER OKSIGEN PADA AIR LIMPASAN GREEN ROOF MELALUI KOMBINASI FILTRASI DAN TEKNOLOGI ULTRAFINE BUBBLE | id |
| dc.title.alternative | Optimization of Oxygen Transfer Efficiency of Green Roof Runoff Water through Combined Filtration and Ultrafine Bubble Technology. | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | green roof | id |
| dc.subject.keyword | ultrafine bubble | id |
| dc.subject.keyword | filtrasi air | id |
| dc.subject.keyword | dissolved oxygen | id |
| dc.subtype | Undergraduate Theses | |