Evaluasi Pemanfaatan Zat Besi Organik (Fe) dalam Kandungan Pakan terhadap Kinerja Pertumbuhan dan Kesehatan Ikan Lele (Clarias gariepinus)
Date
2026Author
Razi, Muhammad
Suprayudi, Muhammad Agus
Jusadi, Dedi
Setiawati, Mia
Metadata
Show full item recordAbstract
Zat besi (Fe) merupakan salah satu mikromineral esensial yang berperan
penting dalam berbagai proses fisiologis pada ikan, antara lain sebagai komponen
hemoglobin dan mioglobin dalam transportasi serta penyimpanan oksigen, kofaktor
berbagai enzim yang terlibat dalam metabolisme energi, sintesis DNA, respirasi
seluler, sistem kekebalan tubuh, dan mekanisme pertahanan antioksidan.
Ketersediaan Fe yang memadai diperlukan untuk menunjang eritropoiesis, menjaga
keseimbangan metabolisme, serta mendukung pertumbuhan dan kesehatan ikan.
Namun, keseimbangan kandungan Fe dalam pakan harus diperhatikan karena
defisiensi maupun kelebihan Fe dapat menimbulkan dampak negatif terhadap
performa fisiologis ikan. Defisiensi Fe menyebabkan gangguan pembentukan
eritrosit, penurunan kadar hemoglobin, anemia, dan penurunan pertumbuhan,
sedangkan kelebihan Fe meningkatkan pembentukan reactive oxygen species
(ROS) yang memicu stres oksidatif dan kerusakan jaringan. Fe dalam bentuk
organik memiliki ketersediaan hayati (bioavailability) yang lebih tinggi
dibandingkan bentuk anorganik sehingga lebih efisien diserap dan dimanfaatkan
oleh tubuh ikan. Meskipun demikian, informasi mengenai dosis optimal
suplementasi Fe organik pada ikan lele (Clarias gariepinus) masih terbatas. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh suplementasi Fe organik
dalam pakan terhadap performa pertumbuhan, efisiensi pemanfaatan pakan, status
hematologi, respons imun non-spesifik, sistem antioksidan, distribusi Fe dalam
tubuh, serta kondisi fisiologis dan histologis organ ikan lele.
Penelitian dilaksanakan selama 60 hari menggunakan rancangan acak
lengkap (RAL) dengan lima taraf suplementasi Fe organik, yaitu 0, 20, 40, 80, dan
160 mg kg?¹ pakan, masing-masing terdiri atas empat ulangan. Ikan lele berukuran
9–10 cm dipelihara dengan kepadatan 15 ekor per akuarium berukuran 45 × 30 cm
dan diberi pakan dua kali sehari menggunakan metode at satiation. Kualitas air
dipertahankan melalui pergantian air secara bertahap selama pemeliharaan.
Parameter yang diamati meliputi performa pertumbuhan, efisiensi pemanfaatan
pakan, status hematologi, respons imun non-spesifik, sistem antioksidan setelah uji
tantang hipoksia, kandungan Fe tubuh, serta histologi hati dan morfometri vili usus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi Fe organik memberikan
pengaruh nyata terhadap pertumbuhan, efisiensi pemanfaatan pakan, status
hematologi, respons imun, sistem antioksidan, kandungan Fe tubuh, serta kondisi
histologis organ. Dosis 40 mg kg?¹ pakan memberikan respons terbaik dengan
meningkatkan bobot akhir hingga 122,32% dibandingkan kontrol, disertai
peningkatan biomassa, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi protein, dan retensi
protein serta penurunan rasio konversi pakan. Perlakuan tersebut juga
meningkatkan kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan hematokrit, dengan nilai
MCV lebih rendah serta MCH dan MCHC tetap normal yang menunjukkan kondisi
eritrosit yang lebih baik. Aktivitas respiratory burst, lisozim, SOD, dan CAT
meningkat, sedangkan kadar MDA menurun, menunjukkan peningkatan kapasitas
imun dan sistem pertahanan antioksidan. Selain itu, dosis optimal mampu
mempertahankan integritas jaringan hati dan meningkatkan morfometri vili usus
sehingga mendukung absorpsi nutrien. Sebaliknya, suplementasi Fe organik
sebesar 160 mg kg?¹ pakan meningkatkan akumulasi Fe dalam jaringan,
meningkatkan kadar MDA, menyebabkan peningkatan MCV dan penurunan
MCHC yang mengindikasikan anemia fungsional, serta menimbulkan perubahan
histologis pada hati dan usus akibat stres oksidatif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi Fe
organik dalam pakan berpengaruh signifikan terhadap performa pertumbuhan,
efisiensi pemanfaatan pakan, status hematologi, respons imun non-spesifik, sistem
antioksidan, distribusi Fe dalam tubuh, serta kondisi fisiologis dan histologis organ
ikan lele (Clarias gariepinus). Dosis suplementasi Fe organik sebesar 40 mg kg?¹
pakan merupakan dosis optimal karena mampu meningkatkan pertumbuhan,
memperbaiki efisiensi pemanfaatan pakan, meningkatkan kapasitas transportasi
oksigen, memperkuat sistem imun dan antioksidan, serta mempertahankan
integritas organ tanpa menyebabkan akumulasi Fe yang berlebihan. Temuan ini
menunjukkan bahwa suplementasi Fe organik pada dosis yang tepat berpotensi
diterapkan sebagai strategi nutrisi untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan
ikan lele dalam budidaya secara berkelanjutan. Iron (Fe) is an essential trace mineral that plays a crucial role in various
physiological processes in fish, including serving as a component of hemoglobin
and myoglobin for oxygen transport and storage, acting as a cofactor for enzymes
involved in energy metabolism, DNA synthesis, cellular respiration, immune
function, and antioxidant defense mechanisms. Adequate Fe availability is essential
to support erythropoiesis, maintain metabolic homeostasis, and promote optimal
growth and health in fish. However, maintaining an appropriate dietary Fe balance
is critical because both deficiency and excess can adversely affect fish physiological
performance. Iron deficiency impairs erythrocyte formation, reduces hemoglobin
concentration, causes anemia, and suppresses growth, whereas excessive Fe
promotes the formation of reactive oxygen species (ROS), leading to oxidative
stress and tissue damage. Organic Fe has higher bioavailability than inorganic Fe,
resulting in more efficient absorption and utilization by fish. Nevertheless,
information regarding the optimal dietary level of organic Fe supplementation for
African catfish (Clarias gariepinus) remains limited. Therefore, this study aimed to
evaluate the effects of dietary organic Fe supplementation on growth performance,
feed utilization efficiency, hematological status, non-specific immune response,
antioxidant defense system, body Fe distribution, and the physiological and
histological conditions of African catfish.
The experiment was conducted for 60 days using a completely randomized
design (CRD) consisting of five dietary organic Fe supplementation levels: 0, 20,
40, 80, and 160 mg kg?¹ diet, with four replicates per treatment. African catfish with
an initial length of 9–10 cm were stocked at a density of 15 fish per aquarium (45
× 30 cm) and fed twice daily using the at satiation feeding method. Water quality
was maintained through periodic partial water exchange throughout the
experimental period. The evaluated parameters included growth performance, feed
utilization efficiency, hematological indices, non-specific immune responses,
antioxidant defense system following a hypoxia challenge test, body Fe content,
liver histology, and intestinal villus morphometry.
The results demonstrated that dietary organic Fe supplementation
significantly affected growth performance, feed utilization efficiency,
hematological status, immune response, antioxidant capacity, body Fe
accumulation, and tissue histology. Supplementation with 40 mg kg?¹ diet produced
the most favorable biological responses, increasing final body weight by 122.32%
compared with the control, accompanied by improvements in biomass, specific
growth rate, protein efficiency, protein retention, and feed conversion ratio. This
treatment also increased hemoglobin concentration, erythrocyte count, and
hematocrit value, while producing lower mean corpuscular volume (MCV) with
normal mean corpuscular hemoglobin (MCH) and mean corpuscular hemoglobin
concentration (MCHC), indicating healthier erythrocyte characteristics.
Furthermore, respiratory burst activity, lysozyme activity, superoxide dismutase
(SOD), and catalase (CAT) activities were significantly enhanced, whereas
malondialdehyde (MDA) concentration was reduced, indicating improved innate
immune function and antioxidant defense. Histological observations revealed that
the optimal Fe supplementation maintained liver integrity and improved intestinal
villus morphometry, thereby supporting more efficient nutrient absorption. In
contrast, supplementation with 160 mg kg?¹ diet resulted in excessive Fe
accumulation in tissues, elevated MDA levels, increased MCV, decreased MCHC
indicative of functional anemia, and histopathological alterations in the liver and
intestine associated with oxidative stress.
In conclusion, dietary organic Fe supplementation significantly influences
growth performance, feed utilization efficiency, hematological status, non-specific
immune response, antioxidant defense system, body Fe distribution, and the
physiological and histological conditions of African catfish (Clarias gariepinus).
Supplementation with 40 mg kg?¹ diet was identified as the optimal dosage, as it
enhanced growth, improved feed utilization efficiency, increased oxygen transport
capacity, strengthened immune and antioxidant defenses, and maintained tissue
integrity without causing excessive Fe accumulation. These findings suggest that
appropriate dietary organic Fe supplementation represents a promising nutritional
strategy to improve the productivity, health, and physiological balance of African
catfish under aquaculture conditions.
Collections
- MF - Fisheries [3310]

