IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Human Ecology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Human Ecology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Modal Sosial, Strategi Nafkah, Fungsi Keluarga, dan Kesejahteraan Subjektif Keluarga Nelayan di Kebumen Jawa Tengah

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (468.6Kb)
      Fulltext (1.090Mb)
      Lampiran (527.1Kb)
      Date
      2026
      Jenis/Type
      Tesis
      Subtype
      Theses
      Author
      Maknunah, Lulu
      Sunarti, Euis
      Johan, Irni Rahmayani
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      RINGKASAN LULU MAKNUNAH. Modal Sosial, Strategi Nafkah, Fungsi Keluarga, dan Kesejahteraan Subjektif Keluarga Nelayan di Kebumen Jawa Tengah. Dibimbing oleh EUIS SUNARTI dan IRNI RAHMAYANI JOHAN. Keluarga nelayan memperoleh penghasilan dari kegiatan penangkapan ikan. Ketersediaan sumber daya yang bersifat akses terbuka memiliki risiko tinggi, mobilitas tinggi, ketidakpastian musim dan hasil yang tidak dapat diprediksi menyebabkan keluarga nelayan menghadapi tantangan dalam mencapai kesejahteraan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) menganalisis perbedaan karakteristik keluarga, modal sosial, strategi nafkah, fungsi keluarga, dan kesejahteraan subjektif keluarga antara keluarga nelayan juragan dan nelayan Anak Buah Kapal (ABK) di Kebumen Jawa Tengah 2) menganalisis hubungan karakteristik keluarga, modal sosial, strategi nafkah, fungsi keluarga, dan kesejahteraan subjektif keluarga di keluarga nelayan juragan dan nelayan Anak Buah Kapal (ABK) di Kebumen Jawa Tengah 3) menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung modal sosial, strategi nafkah, dan fungsi keluarga terhadap kesejahteraan subjektif keluarga di keluarga nelayan juragan dan nelayan Anak Buah Kapal (ABK) di Kebumen Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study yaitu penelitian yang dilakukan pada suatu waktu tertentu. Lokasi penelitian dipilih secara purposive yaitu di Desa Pasir, Desa Karangduwur, Desa Argopeni dan Desa Srati Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen dengan pertimbangan merupakan daerah dengan jumlah nelayan terbanyak di Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen. Pengambilan contoh dilakukan dengan menggunakan purposive sampling melibatkan 160 keluarga dengan istri sebagai responden. Analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif dan uji beda Man-Whitney menggunakan Statistical Package for Social Science (SPSS) 25 dan uji analisis pengaruh langsung dan tidak langsung menggunakan Structural Equation Modelling (SEM-PLS). Hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada usia, pendidikan, dan pendapatan keluarga keluarga nelayan juragan dan ABK. Rata-rata usia keluarga nelayan juragan adalah 47,79 tahun (suami) dan 43,83 tahun (istri), sedangkan keluarga nelayan ABK adalah 43,80 tahun (suami) dan 39,80 tahun (istri). Persentase terbesar pendidikan terakhir keluarga nelayan juragan adalah SD (suami) dan SMP (istri), sedangkan keluarga nelayan ABK memiliki pendidikan terakhir sampai jenjang SMP baik suami istri. Rata-rata pendapatan perkapita keluarga nelayan juragan adalah Rp 656.677/bulan, sedangkan keluarga nelayan ABK adalah sebesar Rp 424.854/bulan. Keluarga nelayan juragan dan ABK memiliki rata-rata indeks strategi nafkah terkategori sedang. Pada variabel fungsi keluarga, modal sosial, dan kesejahteraan keluarga, baik keluarga nelayan juragan maupun ABK memiliki rata-rata indeks terkategori tinggi. Hasil uji beda menunjukkan, secara signifikan nelayan juragan memiliki indikator yang lebih baik dalam hal keseimbangan pekerjaan dengan keluarga (P=0,005), upaya meningkatkan pengetahuan dan informasi untuk ketepatan keputusan keluarga (P=0,011), upaya membangun dan memperoleh dukungan sosial (P=0,044), pengelolaan sumberdaya keuangan dan aset keluarga (P=0,006), pengembangan keterampilan hidup produktif (P=0,001), serta kemampuan membiayai dan layanan pendidikan anak (P=0,018). Sementara itu, nelayan ABK memiliki indikator yang lebih baik dalam hal melakukan pengolahan ikan secara sederhana (P=0,036) dan kesadaran untuk melakukan ibadah sesuai tuntutan agama (P=0,016). Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa usia suami memiliki hubungan positif signifikan dengan modal sosial yang dimiliki keluarga, sedangkan pendidikan suami dan pendapatan keluarga memiliki hubungan negatif signifikan dengan modal sosial keluarga. Uji korelasi pada pendapatan keluarga menunjukkan hubungan positif signifikan dengan strategi nafkah. Hasil uji pengaruh menunjukkan bahwa fungsi keluarga merupakan faktor prediktor terkuat yang dapat memengaruhi kesejahteraan keluarga baik di keluarga nelayan juragan maupun ABK, diikuti strategi nafkah pada keluarga nelayan juragan. Modal sosial berpengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif keluarga nelayan juragan dan ABK secara tidak langsung melalui peningkatan strategi nafkah dan fungsi keluarga. Berdasarkan hasil penelitian, agar kesejahteraan subjektif keluarga nelayan meningkat, maka upaya yang dapat dilakukan keluarga adalah dengan meningkatkan fungsi keluarga, strategi nafkah dan modal sosial. Temuan dalam penelitian ini merekomendasikan keluarga nelayan untuk mengoptimalkan fungsi keluarga, baik fungsi internal maupun eksternal keluarga, karena terbukti berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan subjektif keluarga. Bagi Pemerintah Desa Pasir, Karangduwur, Argopeni, dan Srati perlu mendorong diversifikasi strategi nafkah melalui optimalisasi pengolahan hasil tangkapan sebagai bentuk penguatan kapasitas ekonomi keluarga nelayan. Penguatan kelembagaan nelayan diantaranya Koperasi Unit Desa (KUD), Rukun Nelayan, Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) menjadi faktor penting dalam struktur sosial masyarakat nelayan dalam meningkatkan modal sosial, memperkuat jaringan dukungan masyarakat, serta memperluas akses keluarga nelayan terhadap informasi, permodalan, dan peluang usaha.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176302
      Collections
      • MF - Human Ecology [2455]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository