Show simple item record

dc.contributor.advisorSugiarto, Yon
dc.contributor.authorSunarya, Wildan Quthb
dc.date.accessioned2026-07-29T09:25:44Z
dc.date.available2026-07-29T09:25:44Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/176252
dc.description.abstractProvinsi Lampung merupakan sentra produksi nanas, namun budidayanya terpusat di Lampung Tengah. Penelitian ini bertujuan memetakan kesesuaian lahan tanaman nanas berdasarkan parameter iklim dan tanah untuk merekomendasikan wilayah pengembangan potensial. Metode yang digunakan adalah Sistem Informasi Geografis (SIG) yang diintegrasikan dengan pembobotan Analytical Hierarchy Process (AHP), serta disaring menggunakan peta tata guna lahan. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara potensial, lahan Sangat Sesuai (S1) mencapai 53.587 hektare di Lampung Timur dan Selatan, sedangkan lahan Cukup Sesuai (S2) mendominasi provinsi dengan luas 2,87 juta hektare. Kesesuaian iklim secara umum dibatasi oleh curah hujan yang tinggi, sementara kesesuaian tanah didukung oleh tekstur dan kelerengan yang sangat ideal. Setelah difilter dengan tata guna lahan, luas lahan S1 menyusut menjadi 22.289 hektare dan S2 menjadi 1,96 juta hektare akibat adanya kawasan lindung dan perluasan permukiman. Temuan ini mengimplikasikan bahwa ekstensifikasi perkebunan nanas di masa depan paling optimal diarahkan ke Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Selatan yang didukung oleh ketersediaan lahan dan kesesuaian agroklimat.
dc.description.abstractLampung Province is a major pineapple producer, yet cultivation is highly centralized in Central Lampung. This study aims to map land suitability for pineapples based on climate and soil parameters to recommend potential expansion areas. The method integrates Geographic Information Systems (GIS) with Analytical Hierarchy Process (AHP) weighting, filtered by land use maps. Potential suitability results reveal that Highly Suitable (S1) land covers 53,587 hectares in East and South Lampung, while Moderately Suitable (S2) land dominates with 2.87 million hectares. Climate suitability is limited by high rainfall volume, whereas soil suitability is supported by ideal texture and slope. After actual land use filtering, S1 land shrank to 22,289 hectares and S2 to 1.96 million hectares due to protected forest areas and urban settlements. These findings imply that pineapple plantation extensification is optimally directed to East Lampung and South Lampung regencies, supported by land availability and excellent agroclimatic suitability.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePotensi Tanaman Nanas (Ananas comosus) di Provinsi Lampung Berdasarkan Faktor Agroklimatid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordAHPid
dc.subject.keywordkesesuaian lahanid
dc.subject.keywordNanasid
dc.subject.keywordsigid
dc.subject.keywordPenggunaan lahanid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record