Determinan Penyerapan Tenaga Kerja Subsektor Perikanan Tangkap di Indonesia dalam Perspektif Ekonomi Biru
Abstract
Ekonomi Biru menekankan pemanfaatan sumber daya laut yang tetap menjaga keberlanjutan ekosistem. Namun, peningkatan jumlah nelayan di Indonesia belum diikuti peningkatan produktivitas yang sebanding. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik struktur produksi dan tenaga kerja subsektor perikanan tangkap serta faktor-faktor yang memengaruhi jumlah nelayan di 34 provinsi Indonesia tahun 2020–2024. Metode yang digunakan adalah analisis
deskriptif dan regresi data panel dengan Random Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subsektor perikanan tangkap masih didominasi pola padat
karya dengan ketergantungan tinggi terhadap nelayan dan kapal skala kecil. Nilai produksi, jumlah kapal, dan status stok over exploited berpengaruh positif terhadap jumlah nelayan, sedangkan status fully exploited tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas perikanan tangkap masih ditopang oleh ekspansi tenaga kerja meskipun tekanan terhadap sumber daya ikan meningkat. Oleh karena itu, implementasi Ekonomi Biru perlu didukung melalui pengendalian upaya penangkapan dan diversifikasi ekonomi pesisir.

