Dampak Kegiatan Ekowisata terhadap Kondisi Ekologi dan Ekonomi Masyarakat di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu
Date
2026Author
FEBRIYANI, ARMELIA
Samosir, Agustinus Mangaratua
Yulianto, Gatot
Metadata
Show full item recordAbstract
Kegiatan ekowisata di pulau-pulau kecil selain memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, juga berpotensi menimbulkan tekanan terhadap kondisi ekologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi ekologi dan ekonomi yang berkaitan dengan kegiatan ekowisata serta menyusun strategi pengelolaan berkelanjutan di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Penelitian dilakukan melalui observasi lapang, pengukuran kualitas air, wawancara, kuesioner, dan analisis SWOT. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kualitas air dan sumber daya hayati secara umum masih mendukung kegiatan ekowisata, meskipun terdapat indikasi tekanan lingkungan. Dari aspek ekonomi, kegiatan ekowisata berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, dan peluang usaha. Hasil analisis SWOT menempatkan Pulau Tidung pada Kuadran I (strategi SO/agresif).
Strategi yang direkomendasikan meliputi pengembangan ekowisata berbasis edukasi, penguatan konservasi ekosistem pesisir, dan pengembangan sarana serta prasarana ramah lingkungan. Ecotourism activities on small islands not only provide economic benefits to local communities but also have the potential to exert pressure on ecological conditions. This study aimed to analyze the ecological and economic conditions associated with ecotourism activities and to formulate sustainable management strategies for Tidung Island, Seribu Islands. The study was conducted through field observations, water quality measurements, interviews, questionnaires, and SWOT
analysis. The results showed that water quality and biological resources generally still support ecotourism activities, although indications of environmental pressure were observed. From an economic perspective, ecotourism contributes to increased community income, employment opportunities, and business development. The SWOT analysis placed Tidung Island in Quadrant I (SO/aggressive strategy). The recommended strategies include the development of education-based ecotourism,
strengthening coastal ecosystem conservation, and improving environmentally
friendly facilities and infrastructure.

