Pemanfaatan Teknik Fotogrametri Laser dalam Pengamatan Hiu Martil (Sphyrna lewini) di Pulau Hatta, Kepulauan Banda
Abstract
Hiu martil bergerigi (S. lewini) merupakan spesies yang terancam punah sehingga diperlukan metode pengamatan non-invasif untuk mendukung pemantauan spesies ini di alam. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan teknik fotogrametri laser dalam pengamatan hiu martil di perairan Pulau Hatta, Kepulauan Banda serta mengidentifikasi karakteristik individu dan habitat perjumpaannya. Penelitian dilaksanakan pada Oktober-November 2025 melalui 63 kali penyelaman di 9 situs menggunakan teknik fotogrametri laser dan pengamatan lapang. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan non-Metric Multidimensional Scaling (nMDS). Hasil penelitian mencatat 28 individu hiu martil yang teramati pada 12 penyelaman. Pengukuran morfometrik dilakukan pada satu individu melalui satu dokumentasi dengan estimasi lebar cephalofoil dan panjang total sebesar 41,17 cm dan 2,27 m sehingga individu diindikasikan berada pada fase dewasa. Seluruh perjumpaan terjadi di situs Tanjung Buton dan hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar perjumpaan terjadi pada kondisi yang relatif serupa. The scalloped hammerhead shark (S. lewini) is an endangered species, requiring non-invasive observation methods to support monitoring of this species in the wild. This study aimed to utilize laser photogrammetry techniques in observing hammerhead sharks in the waters of Hatta Island, Banda Islands, and to identify individual characteristics and their encounter habitats. The study was conducted in October-November 2025 through 63 dives at 9 sites using laser photogrammetry techniques and field observations. Data were analyzed descriptively using non-Metric Multidimensional Scaling (nMDS). The study recorded 28 individual hammerhead sharks observed in 12 dives. Morphometric measurements were carried out on one individual through one documentation with an estimated cephalofoil width and total length of 41.17 cm and 2.27 m, indicating that the individual was in the adult phase. All encounters occurred at the Tanjung Buton site and the analysis results showed that most encounters occurred under relatively similar conditions.

