Show simple item record

dc.contributor.advisorHendriana, Andri
dc.contributor.advisorIndriastuti, Cecilia Eny
dc.contributor.authorSidiq, Muhammad Abdul
dc.date.accessioned2026-07-24T07:43:53Z
dc.date.available2026-07-24T07:43:53Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175756
dc.description.abstractIkan molly tergolong ikan hias dengan permintaan pasar yang tinggi serta memiliki value lebih tinggi pada ikan jantan dibanding ikan betina. Kendala budidaya ikan molly adalah rendahnya persentase jantan yang dihasilkan. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan perendaman larva menggunakan air kelapa untuk maskulinisasi. Proyek akhir ini bertujuan meningkatkan persentase jantan pada ikan molly dengan metode maskulinisasi menggunakan air kelapa. Dosis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kontrol (AK0), air kelapa dosis 25% (AK1), air kelapa dosis 30% (AK2), dan air kelapa dosis 35% (AK3). Penelitian dilakukan selama 60 hari, dengan metode rancangan acak lengkap 4 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter yang diamati selama penelitian adalah tingkat kelulushidupan (TKH), nisbah kelamin jantan, koefisien keragaman panjang (KKP), dan kualitas air. Nisbah kelamin jantan tertinggi sebesar 70,32±2,00% pada perlakuan AK3, tingkat kelulushidupan perendaman tertinggi pada perlakuan AK1 sebesar 91,11±4,04%, dan tingkat kelulushidupan pemeliharaan tertinggi pada perlakuan AK0 sebesar 98,89±1,73%. Aplikasi perendaman larva dengan air kelapa dosis berbeda tidak mempengaruhi koefisien keragaman panjang ikan molly.
dc.description.abstractMolly fish are classified as ornamental fish with high market demand, and male fish have a higher market value than female fish. A major challenge in molly fish farming is the low percentage of males produced. One approach that can be taken is to soak the larvae in coconut water for masculinization. This final project aims to increase the percentage of males in molly fish using a masculinization method with coconut water. The doses used in this study were a control (AK0), 25% coconut water (AK1), 30% coconut water (AK2), and 35% coconut water (AK3). The study was conducted over 60 days using a completely randomized design with 4 treatments and 3 replicates. Parameters observed during the study included survival rate (SR), male sex ratio, length coefficient of variation (LCV), and water quality. The highest male sex ratio was 70.32±2.00% in the AK3 treatment, the highest immersion survival rate was 91.11±4.04% in the AK1 treatment, and the highest rearing survival rate was 98.89±1.73% in the AK0 treatment. The application of larval immersion in coconut water at different doses did not affect the coefficient of variation in the length of molly fish.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAplikasi Perendaman Air Kelapa Terhadap Maskulinisasi Ikan Molly Poecilia latipinnaid
dc.title.alternative
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordair kelapaid
dc.subject.keywordMaskulinisasiid
dc.subject.keywordmollyid
dc.subject.keywordpersentase jantanid
dc.subject.keywordcoconut waterid
dc.subject.keywordmale percentageid
dc.subject.keywordmasculinizationid
dc.subject.keywordmolly fishid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record