Aplikasi Perendaman Air Kelapa Terhadap Maskulinisasi Ikan Molly Poecilia latipinna
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
Sidiq, Muhammad Abdul
Hendriana, Andri
Indriastuti, Cecilia Eny
Metadata
Show full item recordAbstract
Ikan molly tergolong ikan hias dengan permintaan pasar yang tinggi serta
memiliki value lebih tinggi pada ikan jantan dibanding ikan betina. Kendala
budidaya ikan molly adalah rendahnya persentase jantan yang dihasilkan. Upaya
yang dapat dilakukan adalah dengan perendaman larva menggunakan air kelapa
untuk maskulinisasi. Proyek akhir ini bertujuan meningkatkan persentase jantan
pada ikan molly dengan metode maskulinisasi menggunakan air kelapa. Dosis yang
digunakan dalam penelitian ini adalah kontrol (AK0), air kelapa dosis 25% (AK1),
air kelapa dosis 30% (AK2), dan air kelapa dosis 35% (AK3). Penelitian dilakukan
selama 60 hari, dengan metode rancangan acak lengkap 4 perlakuan dan 3 ulangan.
Parameter yang diamati selama penelitian adalah tingkat kelulushidupan (TKH),
nisbah kelamin jantan, koefisien keragaman panjang (KKP), dan kualitas air.
Nisbah kelamin jantan tertinggi sebesar 70,32±2,00% pada perlakuan AK3, tingkat
kelulushidupan perendaman tertinggi pada perlakuan AK1 sebesar 91,11±4,04%,
dan tingkat kelulushidupan pemeliharaan tertinggi pada perlakuan AK0 sebesar
98,89±1,73%. Aplikasi perendaman larva dengan air kelapa dosis berbeda tidak
mempengaruhi koefisien keragaman panjang ikan molly. Molly fish are classified as ornamental fish with high market demand, and
male fish have a higher market value than female fish. A major challenge in molly
fish farming is the low percentage of males produced. One approach that can be
taken is to soak the larvae in coconut water for masculinization. This final project
aims to increase the percentage of males in molly fish using a masculinization
method with coconut water. The doses used in this study were a control (AK0),
25% coconut water (AK1), 30% coconut water (AK2), and 35% coconut water
(AK3). The study was conducted over 60 days using a completely randomized
design with 4 treatments and 3 replicates. Parameters observed during the study
included survival rate (SR), male sex ratio, length coefficient of variation (LCV),
and water quality. The highest male sex ratio was 70.32±2.00% in the AK3
treatment, the highest immersion survival rate was 91.11±4.04% in the AK1
treatment, and the highest rearing survival rate was 98.89±1.73% in the AK0
treatment. The application of larval immersion in coconut water at different doses
did not affect the coefficient of variation in the length of molly fish.

