Implentasi Model AISAS dalam Penulisan Naskah Reels pada Instagram @pln.iconplus
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Case StudiesAuthor
ARSY, SITI AINUN
Latif, Alfa Taufan
Fachrurrizal, Fikry
Metadata
Show full item recordAbstract
Transformasi media sosial menuntut institusi publik maupun korporasi untuk mengubah pola komunikasinya dari format yang kaku menjadi lebih interaktif. Akun Instagram resmi @pln.iconplus menghadapi tantangan berupa gaya penulisan naskah video Reels yang semula bersifat kaku, formal, dan birokratis. Pendekatan komunikasi yang terlalu berfokus pada fitur teknis tersebut berdampak pada rendahnya tingkat keterikatan audiens dan penurunan drastis jumlah penonton pada detik-detik awal penayangan video. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan restrukturisasi draf naskah penulisan menggunakan formula komunikasi digital modern guna menggeser persepsi instansi menjadi entitas yang adaptif.
Proyek akhir ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi proses transformasi penulisan naskah video pendek Reels Instagram @pln.iconplus dari format formal menjadi narasi digital yang dinamis. Proyek ini juga bertujuan untuk menganalisis efektivitas perubahan gaya penulisan terhadap metrik performa digital serta dampaknya dalam memperkuat citra perusahaan sebagai badan usaha milik negara yang modern di mata generasi muda.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui praktik kerja langsung sebagai penulis naskah konten kreatif di PT PLN Icon Plus. Strategi penyusunan naskah dikembangkan dengan mengintegrasikan model AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share) sebagai kerangka kerja operasional, yang dikombinasikan dengan pendekatan teoritis Stimulus-Organism-Response. Evaluasi efektivitas dilakukan dengan mengamati kurva data kinerja organik harian melalui fitur analitik bawaan pada platform Instagram.
Implementasi model AISAS sukses mengubah struktur narasi secara taktis melalui penempatan hook verbal pada tiga detik pertama, gaya bahasa tutur yang kasual, ruang tanya pemicu pencarian informasi, instruksi ajakan yang persuasif, serta penyisipan nilai hiburan. Evaluasi data analitik secara faktual mencatat lonjakan kurva performa yang signifikan pada aspek retensi durasi tonton awal, jangkauan akun, jumlah tanda suka, komentar, penyimpanan konten, hingga penyebaran pesan. Sebaliknya, konten konvensional terdahulu menunjukkan penurunan penonton yang curam dan interaksi yang stagnan. Perpaduan taktis ini membuktikan secara teoretis bahwa stimulus audio-visual yang dirancang presisi berhasil mengintervensi aspek kognitif dan afektif audiens, sehingga memicu respons aktif yang secara strategis memperkuat citra perusahaan menjadi lebih solutif, modern, dan relevan di ruang publik digital.

