Pengaruh Penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terhadap Harga Beras di Indonesia
Abstract
Beras menjadi salah satu sumber kalori dan protein utama bagi masyarakat Indonesia. Hal tersebut mendorong tingginya konsumsi beras di Indonesia. Namun, tingkat pertumbuhan produksi padi menunjukkan adanya penurunan yang dapat memengaruhi keseimbangan antara penawaran dan permintaan beras di Indonesia. Fenomena tersebut dapat mengakibatkan gejolak pada harga beras dan meningkatkan tingkat volatilitas harga beras. Tren peningkatan pengeluaran riil beras juga dapat mendorong terjadinya fenomena tersebut. Program penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Perusahaan Umum (Perum) BULOG menjadi solusi yang diinisiasi Pemerintah Indonesia untuk mengatasi gejolak harga tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volatilitas, pengaruh penyaluran beras SPHP dan faktor lain terhadap harga beras di Indonesia, serta menganalisis ketercapaian pelaksanaan kebijakan penyaluran beras SPHP. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, ARCH-GARCH, ARDL, dan gap analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lonjakan volatilitas harga beras cenderung terjadi menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) serta dampak El Niño yang mendorong penurunan produksi. Hasil juga menunjukkan bahwa penyaluran beras SPHP berpengaruh signifikan terhadap harga beras, khususnya pada periode berjalan dengan pengaruh negatif dan lag 1 serta lag 3 dengan pengaruh positif. Adapun realisasi volume penyaluran beras SPHP oleh Perum BULOG sejak tahun 2023 hingga 2025 rata-rata mencapai 93% terhadap target penyaluran.

