| dc.description.abstract | Perikanan skala kecil di Pulau Barrang Lompo didominasi oleh perikanan karang dan non-karang yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis komponen dan konektivitas SES perikanan skala kecil sebagai rujukan pembuatan strategi pengelolaan berkelanjutan. Penentuan responden terhadap 40 nelayan, 3 pengepul, dan pemangku kepentingan menggunakan metode purposive sampling. Pengukuran kualitas perairan dan tutupan terumbu karang dilakukan pada lima stasiun pengamatan. Analisis dilakukan berdasarkan empat komponen SES, yaitu resource system (RS), resource units (RU), resource actors (RA), dan resource governance (RG), dengan menggunakan indikator flow in, flow out, dan betweenness centrality. Hasil menunjukkan bahwa seluruh komponen SES saling terhubung dan membentuk satu sistem yang terintegrasi. Konektivitas paling dominan adalah resource unit dan resource actors, yang menunjukkan tingginya ketergantungan nelayan terhadap sumberdaya ikan. Tutupan karang hidup berada pada kategori buruk hingga sedang dengan rentang 2,17-41,01%. Analisis betweenness centrality menunjukkan hubungan antara nelayan tangkap dan pengepul memiliki peran paling sentral. Tata kelola yang melibatkan Pokmaswas, DKP Sulawesi Selatan,
dan Polairud didominasi oleh hubungan keluar. Berdasarkan pola tersebut, strategi pengelolaan diarahkan pada pengendalian upaya penangkapan, penguatan rehabilitasi terumbu karang, serta penguatan tata kelola kolaboratif berbasis masyarakat guna menjaga keberlanjutan sumberdaya dan kesejahteraan nelayan. | |