| dc.description.abstract | Kegiatan delimbing merupakan salah satu tahapan penting dalam pemanenan kayu jati. Penelitian ini bertujuan membandingkan waktu kerja antara metode delimbing berurutan dan acak serta menganalisis hubungan antara intensitas langkah kaki dengan waktu kerja di KPH Cepu, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan menggunakan metode time study melalui pengukuran waktu kerja, perekaman video, dan pengukuran langkah kaki menggunakan pedometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode delimbing berurutan menghasilkan waktu kerja yang sedikit lebih rendah dibandingkan metode acak. Namun, hasil uji-t berpasangan menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua metode (t-hitung = 0,554; t-tabel = 1,761). Hubungan antara intensitas langkah kaki dan waktu kerja menunjukkan korelasi positif pada metode berurutan (r = 0,47) dan acak (r = 0,82). Selain itu, metode berurutan menghasilkan jumlah langkah kaki yang lebih sedikit dibandingkan metode acak. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan jumlah langkah kaki diikuti oleh peningkatan waktu kerja./ Delimbing is a crucial step in teak harvesting. This study aims to compare working time between sequential and random delimbing methods and analyze the relationship between walking intensity and working time in the Cepu Forest Management Unit (KPH) in Central Java. The study was conducted using a time study method, using work time measurements, video recording, and pedometer measurements. The results showed that the sequential delimbing method resulted in slightly lower working time than the random method. However, a paired t-test showed no significant difference between the two methods (t-count = 0.554; t-table
= 1,761). The relationship between walking intensity and working time showed a positive correlation for both the sequential (r = 0.47) and random (r = 0.82) methods. Furthermore, the sequential method resulted in fewer steps than the random method. The findings of this study indicate that a higher number of footsteps was associated with longer working time. | |