Show simple item record

dc.contributor.advisorYovi, Efi Yuliati
dc.contributor.authorAndini, Tiara
dc.date.accessioned2026-07-22T07:15:23Z
dc.date.available2026-07-22T07:15:23Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175399
dc.description.abstractKegiatan delimbing merupakan salah satu tahapan penting dalam pemanenan kayu jati. Penelitian ini bertujuan membandingkan waktu kerja antara metode delimbing berurutan dan acak serta menganalisis hubungan antara intensitas langkah kaki dengan waktu kerja di KPH Cepu, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan menggunakan metode time study melalui pengukuran waktu kerja, perekaman video, dan pengukuran langkah kaki menggunakan pedometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode delimbing berurutan menghasilkan waktu kerja yang sedikit lebih rendah dibandingkan metode acak. Namun, hasil uji-t berpasangan menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua metode (t-hitung = 0,554; t-tabel = 1,761). Hubungan antara intensitas langkah kaki dan waktu kerja menunjukkan korelasi positif pada metode berurutan (r = 0,47) dan acak (r = 0,82). Selain itu, metode berurutan menghasilkan jumlah langkah kaki yang lebih sedikit dibandingkan metode acak. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan jumlah langkah kaki diikuti oleh peningkatan waktu kerja./ Delimbing is a crucial step in teak harvesting. This study aims to compare working time between sequential and random delimbing methods and analyze the relationship between walking intensity and working time in the Cepu Forest Management Unit (KPH) in Central Java. The study was conducted using a time study method, using work time measurements, video recording, and pedometer measurements. The results showed that the sequential delimbing method resulted in slightly lower working time than the random method. However, a paired t-test showed no significant difference between the two methods (t-count = 0.554; t-table = 1,761). The relationship between walking intensity and working time showed a positive correlation for both the sequential (r = 0.47) and random (r = 0.82) methods. Furthermore, the sequential method resulted in fewer steps than the random method. The findings of this study indicate that a higher number of footsteps was associated with longer working time.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePerbandingan Waktu Kerja Kegiatan Delimbing Berurutan dan Delimbing Acak Pada Pohon Jati Di KPH Cepu, Jawa Tengahid
dc.title.alternativeComparison of Working Time for Sequential Branch Pruning Activities and Random Branch Pruning on Teak Trees in KPH Cepu, Central Java
dc.typeSkripsi
dc.subject.keyworddelimbing pohon jatiid
dc.subject.keywordintensitas langkah kakiid
dc.subject.keywordTime Studyid
dc.subject.keywordwaktu kerjaid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record