IPB University Logo

SCIENTIFIC REPOSITORY

IPB University Scientific Repository collects, disseminates, and provides persistent and reliable access to the research and scholarship of faculty, staff, and students at IPB University

AI Repository
 
Building and Categories


      View Item 
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Multidiciplinary Program
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Final Assignments
      • Master Final Assignments
      • MF - Multidiciplinary Program
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Rancang Bangun Sistem Ekoteknologi Berbasis Integrasi Bead Bentonit dan Canna indica untuk Pengolahan Air Limbah Tekstil.

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (953.8Kb)
      Fulltext (5.085Mb)
      Lampiran (962.3Kb)
      Date
      2026
      Jenis/Type
      Disertasi
      Subtype
      Dissertations
      Author
      Zulti, Fifia
      Iswantini, Dyah
      Fauzi, Anas Miftah
      Sondari, Dewi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya beban pencemaran air akibat aktivitas industri tekstil, khususnya air limbah tekstil yang mengandung zat warna, senyawa organik persisten, logam berat, serta nilai chemical oxygen demand yang tinggi. Keberadaan polutan tersebut menyebabkan penurunan kualitas air, menghambat proses fotosintesis akibat tingginya kekeruhan dan intensitas warna, serta menurunkan kadar oksigen terlarut yang pada akhirnya mengancam kelangsungan hidup biota akuatik. Di Indonesia, permasalahan pencemaran air akibat industri tekstil masih menjadi tantangan karena tingginya beban limbah yang dihasilkan serta masih ditemukannya ketidakpatuhan terhadap pengelolaan dan pembuangan air limbah sesuai dengan baku mutu. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan teknologi pengolahan yang tidak hanya efektif dalam menurunkan beban pencemar, tetapi juga adaptif untuk diterapkan secara langsung pada badan perairan yang tercemar maupun sebagai bagian dari sistem remediasi lingkungan yang berkelanjutan. Perkembangan pengolahan air limbah tekstil mengarah pada penerapan solusi berbasis alam yang memanfaatkan proses alami untuk meningkatkan kualitas air secara berkelanjutan dengan kebutuhan energi dan biaya operasional yang lebih rendah. Sistem lahan basah terapung merupakan salah satu pendekatan ekoteknologi yang memanfaatkan sinergi tanaman, mikroorganisme, dan media perakaran untuk mereduksi polutan. Sistem tersebut masih memiliki keterbatasan dalam menghilangkan senyawa organik persisten dan zat warna apabila digunakan secara terpisah. Kondisi tersebut mendorong pengembangan sistem ekoteknologi terpadu yang mengintegrasikan media adsorben aktif dengan proses fitoremediasi untuk meningkatkan efisiensi penyisihan polutan secara berkelanjutan. Metode adsorpsi menggunakan material alami seperti bentonit menunjukkan potensi yang menjanjikan untuk mereduksi zat warna dan senyawa organik. Bentonit memiliki luas permukaan yang besar dan kapasitas pertukaran kation yang tinggi, sehingga efektif menyerap polutan tertentu. Penggunaan bentonit dalam bentuk serbuk menghadapi kendala berupa dispersi yang tinggi dan kesulitan pemisahan setelah proses adsorpsi. Transformasi bentonit menjadi bentuk manik-manik (bead) meningkatkan stabilitas mekanik dan kemudahan pemulihan material. Integrasi adsorpsi dengan sistem berbasis tanaman belum banyak dikaji secara komprehensif. Penelitian ini mengembangkan Sistem Ekoteknologi Terpadu berbasis komposit bentonit–TiO2 dalam bentuk bead yang diintegrasikan dengan tanaman Canna indica. Sistem ini memadukan komponen rekayasa dan proses ekologis melalui sinergi adsorpsi pada bead, penyerapan polutan oleh tanaman, serta aktivitas mikroorganisme di zona perakaran yang berperan dalam biodegradasi dan transformasi senyawa pencemar. Integrasi tersebut mencerminkan prinsip ekoteknologi, yaitu pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan mekanisme alami dalam meningkatkan kualitas air limbah. Penelitian ini juga mengkaji mekanisme adsorpsi melalui analisis kinetika dan isoterm untuk memahami interaksi antara adsorben dan polutan. Pengujian sistem dilakukan secara bertahap mulai dari skala laboratorium hingga skala mesokosm, kemudian dilanjutkan dengan analisis kelayakan teknis dan ekonomi sebagai dasar perancangan Sistem Ekoteknologi Terpadu pada skala industri. Tahap awal penelitian ini mengevaluasi kinerja bentonit alami sebagai adsorben tunggal dan dalam sistem terintegrasi. Pengujian batch dilakukan terhadap zat warna methylene blue dan Congo red serta parameter Chemical Oxygen Demand. Hasil menunjukkan bahwa bentonit mampu mereduksi warna dan Chemical Oxygen Demand secara signifikan dalam kondisi laboratorium. Kinerja bentonit menurun pada limbah kompleks akibat kompetisi multipolutan dan kejenuhan adsorben. Integrasi dengan tanaman meningkatkan kestabilan dan konsistensi dalam mengurangi polutan. Pengembangan komposit bentonit–TiO2 dalam bentuk bead bertujuan meningkatkan stabilitas dan efektivitas adsorpsi. Karakterisasi material menunjukkan perubahan morfologi, struktur, gugus fungsi, dan luas permukaan yang meningkatkan ketersediaan situs aktif untuk proses adsorpsi. Analisis kinetika menunjukkan bahwa model pseudo-first-order memberikan kesesuaian terbaik dengan data eksperimen, yang mengindikasikan bahwa laju adsorpsi didominasi oleh proses adsorpsi pada permukaan adsorben melalui interaksi fisik. Analisis isoterm menunjukkan kesesuaian dengan model Freundlich, yang mengindikasikan bahwa adsorpsi berlangsung pada permukaan yang heterogen dengan energi adsorpsi yang bervariasi serta memungkinkan terbentuknya adsorpsi multilapis. Hasil tersebut menegaskan bahwa mekanisme adsorpsi pada komposit bead bentonit–TiO2 terutama melibatkan interaksi elektrostatik, gaya van der Waals, dan pertukaran ion pada permukaan adsorben. Pengujian skala mesokosm dilakukan menggunakan reaktor berkapasitas 95 liter dengan empat perlakuan berbeda. Sistem yang mengintegrasikan bead komposit bentonit–TiO2 dan tanaman Canna indica dalam satu unit lahan basah terapung menunjukkan kinerja terbaik. Sistem tersebut mampu menurunkan kebutuhan oksigen kimia lebih dari 80%, menurunkan padatan tersuspensi total lebih dari 95%, dan menurunkan intensitas warna lebih dari 70% dengan kestabilan operasional selama periode pengujian. Nilai pH, suhu, dan konsentrasi oksigen terlarut tetap berada dalam kisaran yang mendukung berlangsungnya proses biologis. Integrasi bead dan Canna indica menghasilkan mekanisme sinergis dalam sistem pengolahan. Bead berperan sebagai media adsorpsi awal yang dapat menurunkan beban organik secara cepat. Zona rizosfer tanaman mendukung proses biodegradasi lanjutan dan penyerapan nutrien. Sistem ini menunjukkan kestabilan pada kondisi lingkungan tropis tanpa memerlukan energi tinggi. Kualitas efluen memenuhi baku mutu air limbah industri tekstil dan sebagian parameter memenuhi kriteria mutu air kelas I menurut PP No.22 Tahun 2021. Penelitian ini mengevaluasi kelayakan teknis dan ekonomi sistem integrasi bead bentonit–TiO2 dan Canna indica melalui simulasi rancangan berkapasitas 10 m³/hari sebagai tahap scale-up konseptual dari hasil uji mesokosm berkapasitas 95 L menuju implementasi di lapangan. Analisis dilakukan dengan membandingkan kebutuhan investasi, biaya operasional, dan konsumsi energi pada beberapa alternatif rancangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya operasional didominasi oleh penggunaan adsorben, sedangkan kebutuhan energi relatif rendah. Rancangan modular yang diusulkan berpotensi diterapkan secara bertahap sesuai kapasitas pengolahan serta mendukung penggunaan kembali air untuk keperluan nonkonsumsi. Integrasi bead komposit bentonit–TiO2 dan Canna indica menghasilkan sinergi antara proses adsorpsi, fitoremediasi, dan aktivitas mikroorganisme di zona perakaran sehingga mampu meningkatkan efisiensi dan kestabilan pengolahan air limbah tekstil. Sinergi tersebut mencerminkan prinsip ekoteknologi, yaitu pemanfaatan rekayasa material dan sistem untuk mengoptimalkan mekanisme ekologis guna meningkatkan kualitas air secara berkelanjutan. Tingkat kesiapan penerapan teknologi berada pada tingkat 5 karena konsep, rancangan, dan kinerja sistem telah divalidasi dalam lingkungan yang relevan melalui pengujian skala mesokosm serta didukung oleh analisis kelayakan teknis dan ekonomi. Konsep modular yang dikembangkan memberikan dasar bagi pengembangan sistem dengan kapasitas yang lebih besar maupun penerapannya secara terdesentralisasi, termasuk pada titik non point source, anak sungai, atau badan air dengan debit rendah dan beban pencemar yang terkontrol.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175381
      Collections
      • MF - Multidiciplinary Program [2021]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository