Pengelolaan Perikanan Bilih di Danau Singkarak Berbasis Analisis Usaha Penangkapan
Abstract
Danau Singkarak merupakan danau tektonik di Provinsi Sumatera Barat yang memiliki nilai penting secara ekologis dan ekonomis serta menjadi habitat alami
ikan bilih (Mystacoleucus padangensis), spesies endemik yang menjadi komoditas utama perikanan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan merekomendasikan
alat tangkap yang mendukung kelestarian ikan bilih berdasarkan kelayakan usaha dan aspek ekologi. Penelitian dilaksanakan pada Oktober–November 2025 di
sembilan nagari sekitar Danau Singkarak melalui wawancara dengan nelayan menggunakan metode purposive sampling. Analisis kelayakan usaha meliputi
biaya, penerimaan, keuntungan, R/C ratio, dan B/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan seluruh alat tangkap layak secara ekonomi, tetapi memiliki keuntungan dan dampak ekologis yang berbeda. Alahan dan bagan memberikan keuntungan lebih tinggi, sedangkan jaring insang dan jala memiliki selektivitas lebih baik sehingga lebih mendukung keberlanjutan sumber daya ikan bilih.
Prioritas alat tangkap yang direkomendasikan berturut-turut adalah jaring insang, jala, bagan, dan alahan. Strategi pengelolaan yang disarankan meliputi
pengutamaan penggunaan jaring insang, penguatan pemanfaatan jala berbasis kearifan lokal, pengendalian bagan dan alahan melalui regulasi teknis, serta pengawasan dan evaluasi berkala untuk mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Lake Singkarak is a tectonic lake in West Sumatra and the natural habitat of bilih fish (Mystacoleucus padangensis), an endemic species that supports local
fisheries. This study aimed to recommend fishing gears that promote sustainable bilih fisheries based on business feasibility and ecological aspects. The research
was conducted from October to November 2025 in nine villages around Lake Singkarak using purposive sampling. Business feasibility was evaluated using cost,
revenue, profit, R/C ratio, and B/C ratio. All fishing gears were economically feasible but differed in profitability and ecological impacts. Alahan and lift nets
generated higher profits, whereas gill nets and cast nets were more selective and better supported sustainability. The recommended priority of fishing gears was gill
nets, cast nets, lift nets, and alahan. Sustainable management should prioritize selective fishing gears, regulate fishing effort, and strengthen monitoring

