Pengembangan Sagu (Metroxylon sp.) di Kawasan Transmigrasi Kecamatan Bomberay
Date
2026Jenis/Type
Tugas AkhirSubtype
Undergraduate ThesesAuthor
MARISKA, DEMA
Budiarto, Tri
Bintoro, H.M.H
Metadata
Show full item recordAbstract
ABSTRAK
DEMA MARISKA. Pengembangan Sagu (Metroxylon sp.) di Kawasan Transmigrasi Kecamatan Bomberay. Dibimbing oleh TRI BUDIARTO dan H.M.H. BINTORO DJOEFRIE.
Sagu (Metroxylon sp.) merupakan tumbuhan yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber pangan di Kecamatan Bomberay. Penelitian bertujuan mengidentifikasi sebaran areal sagu, menganalisis karakter produksi, pendapatan petani serta minat masyarakat terhadap produk turunan sagu di Kawasan Transmigrasi Kecamatan Bomberay, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Penelitian dilaksanakan pada September–Desember 2025 menggunakan mixed methods. Data dikumpulkan melalui analisis spasial, pengamatan lapangan, wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kawasan Transmigrasi Kecamatan Bomberay memiliki luas areal sagu mencapai 4.005,29 ha. Potensi produksi pati sagu mencapai 3,5 kali lebih besar dibandingkan kebutuhan pangan masyarakat dalam satu tahun. Analisis pendapatan tertinggi petani sagu sebesar Rp28.294.334 per bulan dan 77% responden menyatakan berminat mengembangkan produk turunan sagu setelah kegiatan demonstrasi. Temuan menunjukkan bahwa sagu memiliki potensi besar untuk dikembangkan di kawasan transmigrasi Kecamatan Bomberay melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia, peningkatan nilai ekonomi dan pengembangan produk turunan sagu.
Kata kunci: kawasan transmigrasi, pengembangan sagu, sagu (Metroxylon sp.) ABSTRACT
DEMA MARISKA. Development of Sago (Metroxylon sp.) in the Transmigration Area of Bomberay Subdistrict. Supervised by TRI BUDIARTO and H.M.H. BINTORO DJOEFRIE.
Sago (Metroxylon sp.) is a plant with potential for development as a food source in Bomberay Subdistrict. The study aimed to identify the distribution of sago-growing areas, analyze production characteristics, farmer income, and community interest in sago-derived products in the transmigration area of Bomberay Subdistrict, Fakfak Regency, West Papua. The study was conducted from September to December 2025 using mixed methods. Data were collected through spatial analysis, field observations, interviews, and questionnaires. The results indicate that the transmigration area in Bomberay Subdistrict has a sago cultivation area of 4.005.29 ha. The potential sago starch production is 3.5 times greater than the community’s annual food needs. Analysis of the highest income for sago farmers was Rp28.294.334 per month, and 77% of respondents expressed interest in developing sago-based products following the demonstration activities. The findings indicate that sago holds significant potential for development in the Bomberay Subdistrict transmigration area through the utilization of available resources, increased economic value, and the development of sago-based products.
Keywords: transmigration areas, sago development, sago (Metroxylon sp.)

