| dc.contributor.advisor | Seminar, Annisa Utami | |
| dc.contributor.advisor | Puspita, Dyah Retna | |
| dc.contributor.author | Zairin, Dhea Dasa Cendekia | |
| dc.date.accessioned | 2026-07-22T01:06:20Z | |
| dc.date.available | 2026-07-22T01:06:20Z | |
| dc.date.issued | 2026 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175321 | |
| dc.description.abstract | Ketahanan pangan pada rumah tangga miskin tidak dapat dipahami hanya sebagai persoalan ketersediaan pangan dan akses ekonomi, melainkan juga sebagai persoalan relasi kuasa dalam menentukan siapa yang berhak mengambil keputusan dan siapa yang diprioritaskan dalam pemenuhan pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis (1) keterbatasan sosio-ekonomi yang membentuk pengambilan keputusan pangan, (2) dinamika komunikasi gender dan relasi kuasa suami-istri dalam keputusan pangan, serta (3) kebiasaan makan yang terbentuk dari interaksi keduanya, pada rumah tangga miskin di Desa Bincau, Kalimantan Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain multiple case study. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, wawancara kelompok, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan bantuan NVivo 12 Pro, menggunakan Muted Group Theory sebagai kerangka analisis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi dan norma patriarki bekerja secara simultan, menjadikan pangan sebagai pos pengeluaran residual sekaligus melegitimasi dominasi laki-laki dalam pengambilan keputusan. Perempuan diposisikan sebagai kelompok yang diredam, bukan karena keterbatasan pengetahuan gizi, melainkan karena struktur komunikasi keluarga tidak memberikan legitimasi bagi mereka untuk menyuarakan preferensinya. Kualitas komunikasi suami-istri terbukti menjadi faktor penentu apakah keterbatasan ekonomi berujung pada dominasi sepihak atau musyawarah yang lebih setara. Temuan ini berkontribusi menggeser paradigma ketahanan pangan rumah tangga, dari isu akses ekonomi semata menjadi persoalan kontrol sumber daya, legitimasi bersuara, dan diam sebagai bentuk komunikasi kuasa dalam mereproduksi ketimpangan pangan. | |
| dc.description.abstract | Food security among low-income households cannot be understood merely as a matter of food availability and economic access, but also as a matter of power relations that determine who has the authority to make decisions and who is prioritized in food fulfillment. This study aims to analyze (1) the socio-economic constraints that shape household food decision-making, (2) the dynamics of gender communication and husband-wife power relations in food decisions, and (3) the eating habits that emerge from the interaction of these two factors, among low-income households in Bincau Village, South Kalimantan. This study employs a qualitative approach with a multiple case study design. Data were collected through in-depth interviews, group interviews, observation, and documentation, and were thematically analyzed using NVivo 12 Pro, with Muted Group Theory serving as the primary analytical framework. The findings reveal that economic constraints and patriarchal norms operate simultaneously, positioning food as a residual expenditure while simultaneously legitimizing male dominance in decision-making. Women are positioned as a muted group, not due to a lack of nutritional knowledge, but because the family's communication structure denies them the legitimacy to voice their preferences. The quality of husband-wife communication proves to be the determining factor in whether economic constraints result in unilateral dominance or more equitable deliberation. These findings contribute to shifting the paradigm of household food security from an issue of economic access alone to one of resource control, the legitimacy to speak, and silence as a form of power communication that reproduces food inequality. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Komunikasi Gender, Relasi Kuasa, dan Keputusan Pangan: Studi pada Rumah Tangga Miskin di Desa Bincau Kalimantan Selatan | id |
| dc.title.alternative | Gender Communication, Power Relations, and Food Decision-Making: A Study of Low-Income Households in Bincau Village South Kalimantan | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | Kebiasaan Makan | id |
| dc.subject.keyword | keputusan pangan | id |
| dc.subject.keyword | komunikasi gender | id |
| dc.subject.keyword | muted group theory | id |
| dc.subject.keyword | rumah tangga miskin | id |
| dc.subtype | Theses | |