Show simple item record

dc.contributor.advisorSusetyo, Budi
dc.contributor.advisorAnisa, Rahma
dc.contributor.authorRAHMAH, SHABRINA SHAFWAH AL
dc.date.accessioned2026-07-22T00:37:34Z
dc.date.available2026-07-22T00:37:34Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175314
dc.description.abstractLiterasi membaca merupakan kompetensi dasar dan indikator utama dalam mengevaluasi kualitas pendidikan. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dirancang untuk mengukur literasi membaca siswa, tetapi hasil pengukurannya hanya dapat dibandingkan secara valid antarkelompok apabila instrumen memenuhi invariansi pengukuran. Penelitian ini bertujuan menguji instrumen pengukuran literasi membaca AKM berdasarkan konstruk laten konten dan kognitif serta menilai invariansi pengukuran antarkelompok siswa berdasarkan jenis kelamin, status sekolah, dan lokasi sekolah. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Pusat Asesmen Pendidikan yang mencakup 11.858 siswa SMA peserta Asesmen Nasional tahun 2024 yang diukur melalui lima indikator. Analisis dilakukan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) untuk mengevaluasi kesesuaian model dan dilanjutkan dengan Multi-Group Confirmatory Factor Analysis (MG-CFA) untuk menguji invariansi pengukuran. Hasil penelitian berdasarkan pemodelan CFA menunjukkan bahwa model dua konstruk (konten dan kognitif) memiliki kesesuaian yang baik dengan data (CFI = 0,998; ?RMSEA = 0,050; dan ?SRMR = 0,014) serta memiliki validitas serta reliabilitas konstruk yang memadai (AVE = 0,553 dan CR = 0,791). Invariansi pengukuran berdasarkan MG-CFA juga terpenuhi hingga tingkat residual berdasarkan jenis kelamin, status sekolah, dan lokasi sekolah. Hal tersebut menunjukkan bahwa perbandingan rata-rata konstruk laten literasi membaca antarkelompok siswa dapat dilakukan karena konstruk yang diukur memiliki makna setara antarkelompok.
dc.description.abstractReading literacy is a basic competency and a key indicator in evaluating the quality of education. The Minimum Competency Assessment (AKM) is designed to measure students’ reading literacy, but the results comparison across student groups are valid only if the instrument satisfies measurement invariance. This study aimed to evaluate the AKM reading literacy instrument based on content and cognitive latent constructs and to test measurement invariance across student groups based on gender, school status, and school location. The study used secondary data from Pusat Asesmen Pendidikan consisting of 11,858 senior high school students who participated in the 2024 National Assessment and were measured using five indicators. Confirmatory Factor Analysis (CFA) was conducted to evaluate model fit, followed by Multi-Group Confirmatory Factor Analysis (MG-CFA) to test measurement invariance. The CFA results showed that two-construct model (content and cognitive) demonstrates good fit to the data (CFI = 0.998; ?RMSEA = 0.050; and ?SRMR = 0.014) and had adequate construct validity and reliability (AVE = 0.553 and CR = 0.791). Measurement invariance based on MG-CFA was also achieved up to the residual level across gender, school status, and school location groups. These findings indicated that comparisons of latent mean reading literacy across all grouping variables are meaningful because the measured constructs have equivalent meanings between groups.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePenerapan Multi-Group Confirmatory Factor Analysis (MG-CFA) terhadap Hasil Pengukuran Literasi AKM Siswa SMA Tahun 2024id
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordanalisis faktor konfirmatori multigrupid
dc.subject.keywordasesmen kompetensi minimumid
dc.subject.keywordinvariansi pengukuranid
dc.subject.keywordliterasi membacaid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record