Show simple item record

dc.contributor.advisorFalah, Syamsul
dc.contributor.advisorAndrianto, Dimas
dc.contributor.authorFALLO, ERWINCE
dc.date.accessioned2026-07-21T15:05:10Z
dc.date.available2026-07-21T15:05:10Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175297
dc.description.abstractKaries gigi merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang banyak disebabkan oleh aktivitas bakteri kariogenik, terutama Streptococcus mutans dan Lactobacillus acidophilus. Selain faktor mikrobiologis, stres oksidatif akibat radikal bebas juga berperan dalam memperparah kerusakan jaringan rongga mulut. Penggunaan antibakteri sintetis dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan resistensi bakteri dan gangguan keseimbangan mikrobiota oral, sehingga diperlukan pengembangan bahan alami yang memiliki aktivitas antibakteri sekaligus antioksidan. Salah satu tanaman yang berpotensi dikembangkan adalah Asclepias curassavica L. yang secara tradisional dimanfaatkan sebagai obat sakit gigi dan peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil senyawa bioaktif dalam ekstrak daun Asclepias curassavica L. menggunakan analisis LC-MS/MS serta mengevaluasi aktivitas antioksidan dan antibakterinya terhadap bakteri penyebab karies gigi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis potensi penghambatan senyawa aktif terhadap enzim glukosiltransferase B (GtfB) melalui pendekatan in silico. Metode penelitian diawali dengan preparasi dan ekstraksi daun menggunakan pelarut metanol, etil asetat, dan n-heksana . Identifikasi senyawa bioaktif dilakukan menggunakan metode LC-MS/MS. Kandungan total fenolik dan flavonoid dianalisis secara spektrofotometri. Aktivitas antioksidan dievaluasi menggunakan metode DPPH dan ABTS. Aktivitas antibakteri diuji terhadap Streptococcus mutans dan Lactobacillus acidophilus. Analisis molecular docking dilakukan untuk mengevaluasi interaksi senyawa aktif daun Asclepias curassavica terhadap enzim GtfB sebagai target penting dalam pembentukan biofilm bakteri penyebab karies gigi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Asclepias curassavica L. mengandung 47 senyawa bioaktif yang didominasi oleh golongan flavonoid, fenolik, alkaloid, dan terpenoid. Ekstrak menunjukkan kapasitas antioksidan berdasarkan metode DPPH dan ABTS yang mengindikasikan kemampuan menangkal radikal bebas. Selain itu, ekstrak juga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri kariogenik, meskipun masih tergolong rendah hingga sedang. Analisis molecular docking mengidentifikasi enam senyawa dengan afinitas pengikatan yang lebih baik dibandingkan amoksisilin, yaitu Scortechinone B, Charantoside II, Quercetin-3-neohesperidoside, Digitoxigenin-3-O-ß-D glucopyranoside, Rutin, dan 16a-acetoxyasclepin. Di antara senyawa tersebut, Digitoxigenin-3-O-ß-D-glucopyranoside menunjukkan profil ADMET yang paling baik sehingga berpotensi sebagai kandidat senyawa antikaries. Temuan ini membuka peluang pemanfaatan daun Asclepias curassavica sebagai sumber senyawa bioaktif antikaries yang perlu dikaji lebih lanjut melalui pengujian in vitro lanjutan, in vivo, dan studi formulasi produk kesehatan gigi dan mulut.
dc.description.sponsorshipLembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan Republik Indonesia (nomor induk beasiswa :202405110202749).
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleANALISIS LC-MS/MS, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, DAN ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN Asclepias curassavica L. TERHADAP BAKTERI KARIES GIGIid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordantibakteriid
dc.subject.keywordAntioksidanid
dc.subject.keywordAsclepias curassavicaid
dc.subject.keywordkaries gigiid
dc.subject.keywordLC MS/MSid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record