ANALISIS LC-MS/MS, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, DAN ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN Asclepias curassavica L. TERHADAP BAKTERI KARIES GIGI
Abstract
Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang banyak
disebabkan oleh aktivitas bakteri kariogenik, terutama Streptococcus mutans dan
Lactobacillus acidophilus. Selain faktor mikrobiologis, stres oksidatif akibat
radikal bebas juga berperan dalam memperparah kerusakan jaringan rongga mulut.
Penggunaan antibakteri sintetis dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan
resistensi bakteri dan gangguan keseimbangan mikrobiota oral, sehingga diperlukan
pengembangan bahan alami yang memiliki aktivitas antibakteri sekaligus
antioksidan. Salah satu tanaman yang berpotensi dikembangkan adalah Asclepias
curassavica L. yang secara tradisional dimanfaatkan sebagai obat sakit gigi dan
peradangan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil senyawa bioaktif dalam
ekstrak daun Asclepias curassavica L. menggunakan analisis LC-MS/MS serta
mengevaluasi aktivitas antioksidan dan antibakterinya terhadap bakteri penyebab
karies gigi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis potensi
penghambatan senyawa aktif terhadap enzim glukosiltransferase B (GtfB) melalui
pendekatan in silico. Metode penelitian diawali dengan preparasi dan ekstraksi daun
menggunakan pelarut metanol, etil asetat, dan n-heksana . Identifikasi senyawa
bioaktif dilakukan menggunakan metode LC-MS/MS. Kandungan total fenolik dan
flavonoid dianalisis secara spektrofotometri. Aktivitas antioksidan dievaluasi
menggunakan metode DPPH dan ABTS. Aktivitas antibakteri diuji terhadap
Streptococcus mutans dan Lactobacillus acidophilus. Analisis molecular docking
dilakukan untuk mengevaluasi interaksi senyawa aktif daun Asclepias curassavica
terhadap enzim GtfB sebagai target penting dalam pembentukan biofilm bakteri
penyebab karies gigi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Asclepias curassavica L.
mengandung 47 senyawa bioaktif yang didominasi oleh golongan flavonoid,
fenolik, alkaloid, dan terpenoid. Ekstrak menunjukkan kapasitas antioksidan
berdasarkan metode DPPH dan ABTS yang mengindikasikan kemampuan
menangkal radikal bebas. Selain itu, ekstrak juga menunjukkan aktivitas antibakteri
terhadap bakteri kariogenik, meskipun masih tergolong rendah hingga sedang.
Analisis molecular docking mengidentifikasi enam senyawa dengan afinitas
pengikatan yang lebih baik dibandingkan amoksisilin, yaitu Scortechinone B,
Charantoside
II,
Quercetin-3-neohesperidoside,
Digitoxigenin-3-O-ß-D
glucopyranoside, Rutin, dan 16a-acetoxyasclepin. Di antara senyawa tersebut,
Digitoxigenin-3-O-ß-D-glucopyranoside menunjukkan profil ADMET yang paling
baik sehingga berpotensi sebagai kandidat senyawa antikaries.
Temuan ini membuka peluang pemanfaatan daun Asclepias curassavica
sebagai sumber senyawa bioaktif antikaries yang perlu dikaji lebih lanjut melalui
pengujian in vitro lanjutan, in vivo, dan studi formulasi produk kesehatan gigi dan
mulut.

