Show simple item record

dc.contributor.advisorBoer, Mennofatria
dc.contributor.advisorKamal, Mohammad Mukhlis
dc.contributor.authorAYU, SEKAR
dc.date.accessioned2026-07-21T14:51:00Z
dc.date.available2026-07-21T14:51:00Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175293
dc.description.abstractIkan bilih (Mystacoleucus padangensis) merupakan ikan endemik di Danau Singkarak yang bernilai ekologis dan ekonomis penting. Penelitian ini bertujuan menduga status stok sumberdaya ikan bilih dengan pendekatan spawning potential ratio sebagai dasar pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Pengambilan data dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2025, dengan mengumpulkan contoh ikan sebanyak 2089 individu. Ukuran ikan bilih yang tertangkap berkisar antara 42,5–98,5 mm. Panjang pertama kali tertangkap (Lc) 62,07 mm lebih besar dari panjang pertama kali matang gonad (Lm) 60,74 mm. Fekunditas ikan bilih berkisar antara 2.740–8.300 butir telur, dengan rata-rata 4.711 butir telur. Analisis pertumbuhan menggunakan metode ELEFAN I dalam aplikasi FISAT II menghasilkan panjang asimtotik (L8) jantan 90,68 mm dan betina 98,50 mm dengan koefisien pertumbuhan (K) jantan 0,60 per tahun dan betina 0,40 per tahun. Nilai mortalitas penangkapan (F) lebih tinggi dibandingkan dengan mortalitas alami (M), dengan laju eksploitasi yang menunjukkan overfishing (E = 0,72 untuk jantan, E = 0,65 untuk betina). Nilai spawning potential ratio ikan bilih sebesar 24% berada pada kondisi fully-moderately yang memungkinkan terjadinya recruitment overfishing.
dc.description.abstractBilih fish (Mystacoleucus padangensis) is an endemic species of Lake Singkarak with important ecological and economic value. This study aims to estimate the stock status of bilih fish resources using the Spawning Potential Ratio approach as a basis for sustainable fisheries management. Data collection was conducted from October to November 2025, with a total sample of 2089 individuals. The length at first capture (Lc) was 62,07 mm, which was greater than the length at first maturity (Lm) 60,74 mm. Bilih fish fecundity ranged from 2740–8300 eggs, with an average of 4711 eggs. Growth analysis using the ELEFAN I method in the FISAT II application estimated an asymptotic length (L8) of 90,68 mm for males and 98,50 mm for females, with growth coefficients (K) of 0,60 year for males and 0.40 year for females. Fishing mortality (F) was higher than natural mortality (M), with the exploitation rate indicating overfishing (E = 0,72 for males, E = 0,65 for females). The spawning potential ratio value of bilih fish was estimated at 24%, indicating a fully to moderately exploited stock with a potential risk of recruitment overfishing.
dc.description.sponsorshipPusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB University
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengelolaan Sumberdaya Ikan Bilih Mystacoleucus padangensis (Bleeker, 1852) dengan Pendekatan Spawning Potential Ratio di Danau Singkarak, Sumatera Baratid
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordDanau Singkarakid
dc.subject.keywordikan bilihid
dc.subject.keywordkeberlanjutanid
dc.subject.keywordspawning potential ratioid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record