Show simple item record

dc.contributor.advisorPutra, Ivan Permana
dc.contributor.advisorPrastya, M. Eka
dc.contributor.authorOktapia, Thesia
dc.date.accessioned2026-07-21T04:30:06Z
dc.date.available2026-07-21T04:30:06Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/175229
dc.description.abstractPeningkatan prevalensi penyakit metabolik yang berkaitan dengan pola konsumsi masyarakat modern mendorong pentingnya pemanfaatan sumber pangan lokal yang memiliki nilai gizi baik dan berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan. Jamur edible merupakan salah satu sumber pangan lokal yang kaya protein, rendah lemak, serta mengandung berbagai metabolit bioaktif. Indonesia memiliki keanekaragaman jamur yang tinggi, namun informasi mengenai identitas taksonomi, kandungan nutrisi, aktivitas biologis, dan profil metabolit jamur liar konsumsi masih terbatas. Salah satu jamur liar yang banyak dikonsumsi masyarakat di Provinsi Jambi adalah jamur gerigit (Schizophyllum sp.) dan jamur elang (Polyporus sp.) yang diperdagangkan di pasar tradisional. Meskipun kedua jamur tersebut telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan, informasi ilmiah mengenai identitas taksonomi, kandungan nutrisi, aktivitas biologis, dan profil metabolitnya masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi taksonomi jamur gerigit dan jamur elang berdasarkan karakter morfologi dan analisis molekuler ITS rDNA, menganalisis kandungan nutrisi, mengevaluasi aktivitas antibakteri, antioksidan, dan antidiabetes, serta mengidentifikasi profil metabolit menggunakan LC-MS/MS. Metode penelitian meliputi identifikasi makroskopik, mikroskopik, dan molekuler menggunakan marka ITS rDNA, analisis proksimat, pengujian aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli ATCC 8739 dan Bacillus cereus ATCC 10231, pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan ABTS, pengujian penghambatan enzim a-glukosidase, serta analisis metabolit menggunakan LC-MS/MS. Hasil analisis sekuens ITS rDNA menunjukkan bahwa jamur gerigit memiliki kedekatan genetik tertinggi dengan Schizophyllum commune yang didukung oleh nilai bootstrap sebesar 97%, sedangkan jamur elang memiliki kedekatan genetik tertinggi dengan Polyporus cuticulatus yang oleh nilai bootstrap sebesar 99%. Analisis proksimat menunjukkan bahwa kedua jamur memiliki kandungan lemak yang rendah, yaitu 3,20% pada S. commune dan 0,56% pada P. cuticulatus, serta kandungan protein yang relatif tinggi masing-masing sebesar 19,41% dan 27,98%. Aktivitas antibakteri menunjukkan sebagian besar ekstrak yang diuji memiliki aktivitas antibakteri yang lemah dengan nilai KHM > 4000 µg/mL. Namun, ekstrak metanol dan etil asetat menunjukkan aktivitas penghambatan yang selektif terhadap B. cereus. Pengujian aktivitas antioksidan, ekstrak akuades dan metanol dari S. commune menunjukkan aktivitas yang dengan nilai IC50 yang mendekati asam askorbat sebagai kontrol positif, sedangkan ekstrak P. cuticulatus menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih rendah. Pengujian aglukosidase, ekstrak heksana S. commune menunjukkan aktivitas tertinggi dengan nilai IC50 sebesar 12,02 ± 3,50 µg/mL, sedangkan aktivitas terbaik P. cuticulatus diperoleh pada ekstrak akuades dengan nilai IC50 sebesar 71,56 ± 7,08 µg/mL. Analisis LC-MS/MS mengungkap keberadaan metabolit primer dan sekunder seperti asam amino, turunan asam amino, vitamin, poliamina, asam lemak, asam fenolat, alkaloid, dan kumarin yang diduga berkontribusi terhadap aktivitas biologis dari kedua ekstrak jamur tersebut. Secara keseluruhan, penelitian ini berhasil mengonfirmasi identitas taksonomi jamur liar konsumsi dari Jambi serta menyediakan informasi mengenai kandungan nutrisi, aktivitas biologis, dan profil metabolit kedua jamur tersebut. Hasil penelitian ini menjadi data dasar ilmiah yang mendukung pemanfaatan kedua jamur sebagai alternatif bahan pangan lokal dan menjadi referensi bagi penelitian lanjutan mengenai pengembangan senyawa bioaktif dari jamur liar Indonesia.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleSistematika dan Bioprospeksi Jamur Liar Asal Jambi sebagai Alternatif Bahan Pangan Lokalid
dc.title.alternative
dc.typeTesis
dc.subject.keywordbioprospeksiid
dc.subject.keywordITS rDNAid
dc.subject.keywordjamur elangid
dc.subject.keywordjamur gerigitid
dc.subject.keywordLC-MS/MSid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record