| dc.description.abstract | Usahatani singkong di Indonesia menghadapi berbagai permasalahan struktural dan teknis, seperti fluktuasi harga, lemahnya posisi tawar petani, serta praktik budidaya yang kurang ramah lingkungan. Sebagai upaya memperbaiki
kondisi tersebut, PT Harapan Interaksi Swadaya (Greenhope) menerapkan skema Fair Trade bersertifikasi Fair for Life (FFL) melalui kemitraan dengan Kelompok Tani Setia di Desa Cikarawang, Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis perbandingan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan antara petani mitra dan non-mitra, serta (2) menganalisis status keberlanjutan usahatani singkong. Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif-komparatif dengan purposive sampling terhadap 30 responden yang terdiri atas 15 petani mitra dan 15 petani non mitra. Analisis ekonomi dilakukan menggunakan analisis pendapatan, aspek sosial dan lingkungan dianalisis menggunakan skala Likert, sedangkan keberlanjutan dianalisis menggunakan Multidimensional Scaling (MDS)/Rapfish yang dimodifikasi melalui lima dimensi, yaitu ekonomi, sosial, ekologi, kelembagaan, dan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani mitra memiliki pendapatan atas biaya total sebesar Rp10.710.721/ha, sedangkan petani non-mitra mengalami kerugian sebesar Rp2.373.560/ha. Petani mitra juga memperoleh skor yang lebih tinggi pada aspek sosial dan lingkungan. Nilai indeks keberlanjutan petani mitra sebesar 72,29 (cukup berkelanjutan), sedangkan petani non-mitra sebesar 40,21 (kurang berkelanjutan). | |