Uji Coba Penangkapan Bubu Lipat Bertingkat dengan Perbedaan Jumlah Pintu Masuk di Palabuhanratu
Abstract
Jumlah pintu masuk merupakan salah satu komponen konstruksi bubu yang
diduga memengaruhi peluang organisme memasuki perangkap dan hasil tangkapan.
Penelitian ini bertujuan menentukan komposisi hasil tangkapan, menganalisis
pengaruh jumlah pintu masuk terhadap hasil tangkapan, menghitung produktivitas,
dan menentukan margin produksi bubu lipat bertingkat 1 pintu dan 2 pintu.
Penelitian dilakukan pada September-Oktober 2025 di Teluk Palabuhanratu
menggunakan metode experimental fishing selama 17 trip penangkapan. Alat
tangkap yang digunakan terdiri atas empat unit bubu lipat bertingkat 1 pintu dan
empat unit bubu lipat bertingkat 2 pintu dengan waktu perendaman 24 jam. Data
yang diamati meliputi jenis, jumlah individu, dan berat hasil tangkapan, kemudian
dianalisis secara deskriptif, uji Mann-Whitney, produktivitas, dan margin produksi.
Total hasil tangkapan sebanyak 37 ekor dengan berat 1,773 kg yang terdiri atas
krustasea, ikan demersal, dan moluska. Bubu 1 pintu menghasilkan 24 ekor (0,889
kg), sedangkan bubu 2 pintu menghasilkan 13 ekor (0,884 kg). Rajungan bintang
(Portunus sanguinolentus) merupakan hasil tangkapan dominan. Hasil uji statistik
menunjukkan jumlah pintu masuk tidak berpengaruh nyata terhadap hasil
tangkapan. Margin produksi hasil tangkapan bubu lipat bertingkat 1 pintu terhadap
2 pintu dengan satuan berat (kg) 0,57%. Temuan ini menunjukkan bahwa
penambahan pintu masuk belum mampu meningkatkan efektivitas penangkapan.

