| dc.description.abstract | NETI SUMARNI. Dinamika Populasi dan Risiko Invasif Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) di Danau Talang Kering Bengkulu. Dibimbing oleh ZAIRION dan MOHAMMAD MUKHLIS KAMAL. Lobster air tawar di Indonesia memiliki nilai ekonomi tinggi, namun termasuk spesies invasif yang dapat mengganggu ekosistem lokal dan menurunkan biodiversitas. Di Danau Talang Kering, keberadaan lobster air tawar diduga merupakan Cherax quadricarinatus, sehingga penelitian ini dilakukan untuk 1) menentukan kepastian spesies, 2) menganalisis parameter dinamika populasi, 3) menganalisis tingkat pemanfaatan, 4) menganalisis risiko invasif dan 5) merumuskan upaya pengelolaan lobster air tawar di Danau Talang Kering. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis morfometrik, DNA barcoding, dinamika populasi, dan penilaian risiko invasif (BKIPM dan FRAM) untuk menentukan status dan strategi pengelolaan lobster air tawar di danau tertutup.
Penelitian dilaksanakan selama Maret–Agustus 2025 pada empat stasiun di Danau Talang Kering. Sampel diambil setiap bulan menggunakan bubu, dengan data primer berupa pengukuran morfometrik, analisis genetik DNA Cytochrome c Oxidase Subunit 1 (CO1), pengamatan reproduksi, panjang karapas, bobot, nisbah kelamin, mortalitas, dan pola rekruitmen. Risiko invasif dianalisis menggunakan sistem skoring BKIPM (Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan) dan metode FRAM (Freshwater Fish Risk Assessment Model), sementara hasil dianalisis secara deskriptif untuk merumuskan upaya pengelolaan. Temuan penelitian mengungkap lobster air tawar adalah Cherax quadricarinatus melalui analisis morfometrik dan DNA barcoding. Dinamika populasi mengungkap nisbah kelamin 1:1,5 dengan faktor kondisi bervariasi, hubungan panjang karapas–bobot menunjukkan pertumbuhan isometrik (b = 2,9875) dan parameter pertumbuhan meliputi L8 = 71,25 mm, K = 0,22 tahun-1, t0 = -0,5944 tahun, pola rekruitmen menunjukkan satu puncak tahunan pada bulan ke-7 (Juli), mortalitas alami sebesar 0,51 dan akibat penangkapan sebesar 0,62 tahun-1 dengan tingkat eksploitasi E = 0,55. Tingkat kematangan gonad tertinggi pada bulan Maret 2025, ukuran pertama kali matang gonad (Lm) lebih besar dibanding ukuran pertama kali tertangkap (Lc), dan rasio potensi pemijahan (SPR) sebesar 17% serta risiko invasif dikategorikan sedang sehingga direkomendasikan pengelolaan hati-hati. Penelitian ini menyimpulkan bahwa populasi lobster air tawar di Danau Talang Kering teridentifikasi sebagai Cherax quadricarinatus, pertumbuhan isometrik dengan laju pertumbuhan relobster air tawarif rendah dan pola rekrutmen tahunan tunggal; pemanfaatan masih suboptimal karena ukuran tertangkap lebih kecil dibandingkan ukuran matang gonad, sedangkan analisis risiko invasif menunjukkan tingkat sedang. Pengelolaan yang direkomendasikan meliputi: (a) budidaya terkontrol (b) pemantauan dan evaluasi populasi (c) edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat (d) kolaborasi dan kebijakan berbasis bukti | |