Show simple item record

dc.contributor.advisorMuninggar, Retno
dc.contributor.advisorMawardi, Wazir
dc.contributor.authorRIZKANA, SYIFA RAHMADINA
dc.date.accessioned2026-07-17T01:10:45Z
dc.date.available2026-07-17T01:10:45Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174916
dc.description.abstractPelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari merupakan pelabuhan perikanan yang dikembangkan menjadi pelabuhan berwawasan lingkungan. Namun, pengelolaan sampah masih menjadi permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan sampah berdasarkan KP-DJPL 689/2022 tentang Pedoman Pengelolaan Pelabuhan Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan (Ecoport), mengestimasi jenis dan volume sampah serta menganalisis potensi ekonomi sampah. Teknik purposive sampling digunakan untuk penentuan responden. Metode analisis menggunakan pendekatan gap analysis, analisis deskriptif kuantitatif dan analisis nilai tambah (Metode Hayami (1987)). Hasil menunjukkan tingkat kesesuaian pengelolaan sampah mencapai 83,4% dengan kesenjangan 16,6%. Komposisi sampah mencakup organik 98% dan anorganik 2%. Meskipun sampah organik mendominasi, nyatanya pengolahan masih belum dilakukan. Sekitar 40% sampah organik merupakan sampah ikan dengan berat 500 kg/hari yang belum diolah. Sampah ini berpotensi menghasilkan tepung ikan dengan nilai jual Rp10.000/kg, sehingga menghasilkan potensi ekonomi. Sedangkan, sampah anorganik dimanfaatkan dengan penjualan kepada pengepul. Analisis terhadap sampah plastik PET menghasilkan nilai tambah Rp1.229/kg dengan rasio 22% termasuk kategori sedang. Penelitian ini merekomendasikan penerapan bank sampah untuk mendukung pelabuhan berkelanjutan serta meningkatkan nilai ekonomi sampah.
dc.description.abstractKendari Ocean Fishing Port developed under the Ecoport concept. However, waste management remains a challenge. This study aims to evaluate waste management practices based on KP-DJPL 689/2022, estimate waste generation and composition, and assess the economic potential of waste utilization. Respondents were selected using purposive sampling. The study applied gap analysis, quantitative descriptive analysis, and the Hayami valueadded method. The results showed that waste management compliance reached 83.4%, with a gap of 16.6%. Organic waste accounted for 98% of total waste, while inorganic waste represented 2%. About 500 kg/day of fish waste, representing 40% of the organic waste, remains unmanaged. This waste has the potential to be processed into fish meal with economic value. Inorganic waste management has been implemented by selling it to waste collectors. PET plastic recycling generated a value-added of IDR 1,229/kg with a value-added ratio of 22%. The study recommends establishing a waste bank to support sustainable port management.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePotensi Ekonomi Sampah dalam Pengelolaan Lingkungan Berbasis Ecoport di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendariid
dc.title.alternativePotential of Solid Waste in Ecoport-Based Management at Kendari Ocean Fishing Port
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordecoportid
dc.subject.keywordekonomi sirkularid
dc.subject.keywordnilai tambahid
dc.subject.keywordPPS Kendariid
dc.subject.keywordsampah pelabuhanid
dc.subject.keywordcircular economyid
dc.subject.keywordKendari Ocean Fishing Portid
dc.subject.keywordvalue addedid
dc.subject.keywordport wasteid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record