Show simple item record

dc.contributor.advisorSapanli, Kastana
dc.contributor.authorRohimah
dc.date.accessioned2026-07-16T22:49:25Z
dc.date.available2026-07-16T22:49:25Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174895
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh luas lahan sawah dan tekanan struktural wilayah terhadap ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebagai wilayah kepulauan, Bangka Belitung rentan terhadap gangguan distribusi pangan dan ketergantungan pasokan antardaerah, sementara basis produksi pangan lokal menghadapi tekanan akibat perubahan penggunaan lahan. Ketahanan pangan diukur menggunakan Indeks Ketahanan Pangan (IKP) pada enam kabupaten selama periode 2018–2024. Penelitian menggunakan data sekunder dari Badan Pangan Nasional dan Badan Pusat Statistik yang dianalisis dengan regresi data panel dengan pendekatan pooled least squares. Model inti mencakup luas lahan sawah, PDRB per kapita, tingkat pengangguran terbuka, dan Indeks Pembangunan Manusia. Model perluasan menambahkan luas areal kelapa sawit dan kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan sawah berpengaruh positif dan signifikan terhadap IKP pada kedua model dan merupakan variabel yang paling konsisten dalam menjelaskan ketahanan pangan daerah. Temuan ini menunjukkan pentingnya perlindungan lahan sawah dan integrasi kebijakan pangan, tata ruang, dan pembangunan wilayah untuk mendukung ketahanan pangan daerah.
dc.description.abstractThis study aims to analyze the effects of paddy field area and regional structural pressures on food security in Bangka Belitung Islands Province. As an archipelagic region, Bangka Belitung is vulnerable to food distribution disruptions and dependence on interregional food supplies, while its local food production base faces pressure from land-use change. Food security was measured using the Food Security Index (FSI) for six regencies during the 2018–2024 period. This study employed secondary data obtained from the National Food Agency and Statistics Indonesia and analyzed them using panel data regression with a pooled least squares approach. The core model included paddy field area, gross regional domestic product (GRDP) per capita, the open unemployment rate, and the Human Development Index (HDI). The extend model additionally incorporated oil palm plantation area and the share of the mining sector in GRDP. The results show that paddy field area has a positive and significant effect on the FSI in both models and is the most consistent determinant of regional food security. These findings highlight the importance of protecting paddy fields and integrating food, spatial planning, and regional development policies to support regional food security.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePengaruh Luas Lahan Sawah dan Tekanan Struktural Wilayah terhadap Indeks Ketahanan Pangan di Kepulauan Bangka Belitungid
dc.title.alternativeThe Effects of Paddy Field Area and Regional Structural Pressures on the Food Security Index in Bangka Belitung Islands Province
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordBangka Belitungid
dc.subject.keywordfood security indexid
dc.subject.keywordpanel dataid
dc.subject.keywordpaddy field areaid
dc.subject.keywordregional structural pressuresid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record