Evaluasi Efektivitas Salep Kimia dan Herbal dalam Uji Klinis Kasus Skabies pada Kucing Liar di BBPKH Cinagara
Abstract
Skabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi Sarcoptes
scabiei dan sering ditemukan pada kucing liar. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi efektivitas salep kimia dan salep herbal dalam penyembuhan skabies
pada kucing. Penelitian dilakukan di BBPKH Cinagara menggunakan 8 ekor kucing
jantan yang dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan. Parameter yang
diamati adalah ukuran crusting (penurunan luas) dan hasil pemeriksaan skin
scraping selama masa pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu
persembuhan menggunakan salep kimia terjadi pada hari ke-5, waktu persembuhan
menggunakan salep herbal terjadi pada hari ke-10. Tingkat kesembuhan tidak hanya
ditunjukkan secara klinis (penurunan luas crusting) tetapi didukung oleh hasil
pemeriksaan skin scraping yang menunjukkan tidak ditemukannya tungau
Sarcoptes scabiei setelah pengobatan. Persembuhan menggunakan salep kimia
lebih cepat dibandingkan dengan persembuhan menggunakan salep herbal. Scabies is a skin disease caused by infestation of Sarcoptes scabiei and is
commonly found in stray cats. This study aimed to evaluate the effectiveness of
chemical ointment and herbal ointment in treating scabies in cats. The study was
conducted at BBPKH Cinagara using 8 male cats divided into control and treatment
groups. The parameters observed were crusting size (widespread decline) and skin
scraping examination results throughout the treatment period. The results showed
that recovery using chemical ointment occurred on day 5, while recovery using
herbal ointment occurred on day 10. Recovery was assessed not only clinically
through the reduction of crusting, but also confirmed by skin scraping examination
results, which showed the absence of Sarcoptes scabiei mites following treatment.
Recovery using chemical ointment was faster compared to that achieved with herbal
ointment.

