Show simple item record

dc.contributor.advisorSastrawan, Uding
dc.contributor.authorDzakiah, Eka
dc.date.accessioned2026-07-16T03:05:28Z
dc.date.available2026-07-16T03:05:28Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174812
dc.description.abstractCV Tamara Agro Indonesia yang bergerak di bidang hortikultura dengan fokus pada penyediaan sayuran segar menghasilkan sisa dan limbah sayuran dalam jumlah besar dari proses sortasi dan grading dan belum ada penanganan sampai saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan BMC untuk menyusun perencanaan bisnis dan analisis kelayakan finansial. Analisis BMC menunjukkan bahwa bisnis pupuk kompos mampu menghasilkan produk bernilai tambah bagi petani dan pelaku urban farming. Model bisnis ini didukung oleh kegiatan produksi yang terstruktur, pemanfaatan sumber daya perusahaan, kemitraan dengan petani lokal, serta strategi pemasaran yang mencakup edukasi dan pendekatan pemasaran multisaluran. Hasil analisis kelayakan finansial, bisnis pupuk kompos menghasilkan laba bersih rata-rata tahunan sebesar Rp19.220.507, NPV sebesar Rp82.589.809, IRR sebesar 93%, Gross B/C sebesar 1,3, Net B/C sebesar 3,7, dan payback period selama 2 tahun 11 hari. Bisnis ini mampu menoleransi perubahan maksimum untuk penurunan penjualan sebesar 21,89% dan kenaikan harga input sebesar 161,97%. Secara keseluruhan, bisnis pupuk kompos dinilai layak untuk diimplementasikan dan dikembangkan
dc.description.abstractCV Tamara Agro Indonesia, a horticultural company specializing in fresh vegetables, generated a large amount of vegetable waste from its sorting and grading processes, which had not been utilized. This study employed the BMC to develop a business plan and assess the financial feasibility of a compost fertilizer business. The BMC analysis showed that the compost fertilizer business was able to produce value-added products for farmers and urban farming practitioners. The business model was supported by well-structured production activities, the utilization of the company's resources, partnerships with local farmers, and marketing strategies that included educational activities and a multichannel marketing approach. The financial feasibility analysis showed an average annual net profit of IDR 19.220.507, NPV of IDR 82.589.809, an IRR of 93%, a Gross B/C of 1,3 , a Net B/C of 3,7 , and a payback period of 2 years and 11 days. The business could tolerate a maximum sales decline of 21,89% and an input price increase of 161,97%. Overall, the compost fertilizer business was considered feasible for implementation and further development
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePerencanaan Model Bisnis dan Analisis Kelayakan Finansial Bisnis Pupuk Kompos pada CV Tamara Agro Indonesiaid
dc.title.alternativeBusiness Model Planning and Financial Feasibility Analysis of the Compost Fertilizer Business at CV Tamara Agro Indonesia
dc.typeTugas Akhir
dc.subject.keywordBMCid
dc.subject.keywordcompost fertilizerid
dc.subject.keywordfinancial feasibility analysisid
dc.subtypeUndergraduate Theses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record