Peningkatan Nilai Ekonomi Lada Putih melalui Standarisasi Kualitas di Tingkat Petani Pasir Putih Kepulauan Bangka Belitung
Abstract
PT Cinquer Agro Nusantara bergerak dalam bidang ekspor ”whole white pepper” yang bekerjasama dengan negara belanda dengan memberikan penyuluhan pascapanen kepada petani lada di Bangka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan mutu lada sebelum dan sesudah penyuluhan serta dampaknya terhadap pendapatan petani dan perusahaan. Variabel yang dianalisis mencakup Quantity, Density, Grade, dan Water content menggunakan metode Wilcoxon Signed Rank Test, Sign test, serta Effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan Grade (p=0,034; r=0,387) dan penurunan Water content (p=0,000; r=0,860). Secara finansial, niali pembelian lada meningkat 176%, EAT meningkat 165,11% dan Net Profit Margin bertambah dari 36,65% menjadi 38,86%. Pada level petani, perkiraan keuntungan bersih mencapai Rp689.693-839.693 dengan rasio manfaat sebesar 3,3 hingga 6,6 kali, menunjukkan bahwa program penyuluhan berhasil meningkatkan kualitas dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi seluruh pelaku yang terlibat. PT Cinquer Agro Nusantara is engaged in the export of "whole white pepper" in collaboration with the Netherlands by providing post-harvest counseling to pepper farmers in Bangka. This study aims to analyze the comparison of pepper quality before and after extension and its impact on farmer and company income. The variables analyzed included Quantity, Density, Grade, and Water content using the Wilcoxon Signed Rank Test, Sign test, and Effect size methods. The results showed that extension had a significant effect on increasing Grade (p=0.034; r=0.387) and decreasing Water content (p=0.000; r=0.860). Financially, the purchase value of pepper increased by 176%, EAT increased by 165.11% and Net Profit Margin increased from 36.65% to 38.86%. At the farmer level, the estimated net profit reached Rp689,693-839,693 with a benefit ratio of 3.3 to 6.6 times, indicating that the extension program successfully improved quality and provided a positive economic impact for all actors involved.

