Show simple item record

dc.contributor.advisorMuflikhati, Istiqlaliyah
dc.contributor.advisorYuliati, Lilik Noor
dc.contributor.authorAmrullah, Hilma
dc.date.accessioned2026-07-14T06:58:04Z
dc.date.available2026-07-14T06:58:04Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/174558
dc.description.abstractPenurunan Total Fertility Rate (TFR) di Indonesia hingga berada di bawah tingkat penggantian penduduk (replacement level) mencerminkan perubahan perilaku reproduksi keluarga. Kota Depok sebagai wilayah perkotaan menunjukkan penurunan fertilitas yang lebih cepat dibandingkan rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tekanan ekonomi subjektif, peran gender, dan nilai anak terhadap intensi fertilitas keluarga dengan mengembangkan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Penelitian menggunakan desain cross-sectional pada 155 keluarga pasangan usia subur berusia 19–35 tahun yang belum memiliki anak atau memiliki satu anak di Kota Depok. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif, uji korelasi, dan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penleitian menunjukkan bahwa tekanan ekonomi subjektif berpengaruh negatif terhadap perceived behavioral control (PBC), tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap peran gender maupun nilai anak. Peran gender berpengaruh positif terhadap nilai anak dan attitude, serta berpengaruh negatif terhadap PBC. Nilai anak berpengaruh positif terhadap attitude, namun attitude tidak berpengaruh signifikan terhadap intensi fertilitas. Sebaliknya, subjective norm dan PBC berpengaruh positif dan signifikan terhadap intensi fertilitas. Selain itu, tekanan ekonomi subjektif menurunkan intensi fertilitas melalui PBC. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intensi fertilitas keluarga muda di wilayah perkotaan lebih dipengaruhi oleh norma sosial dan persepsi kemampuan keluarga dalam merealisasikan rencana memiliki anak dibandingkan oleh sikap terhadap anak. Pengembangan TPB menunjukkan bahwa subjective norm dan PBC merupakan prediktor utama intensi fertilitas, sedangkan attitude tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi perumusan kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga dalam mendukung perencanaan fertilitas keluarga muda.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcFamilyid
dc.subject.ddcGenderid
dc.titleAnalisis Intensi Fertilitas Keluarga dengan Pendekatan Extended Theory of Planned Behaviorid
dc.title.alternativeAnalysis of Family Fertility Intentions Using the Extended Theory of Planned Behavior Approach
dc.typeTesis
dc.subject.keywordintensi fertilitasid
dc.subject.keywordNilai Anakid
dc.subject.keywordperan genderid
dc.subject.keywordtekanan ekonomi subjektifid
dc.subject.keywordTheory of Planned Behaviorid
dc.subtypeTheses


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record